STIE Luluskan 428 Cendekiawan Muda

0
708
SALAH satu wisudawati STIE Pembangunan saat mengikuti ritual pemindahan tali toga oleh Senat STIE Pembangunan Tanjungpinang, Kamis (28/2) di Mega Ballroom Hotel CK Tanjungpinang. F-istimewa

Gelar Wisuda Sarjana ke-VIII di Hotel CK Tanjungpinang

Jumlah cendekiawan di Provinsi Kepri bertambah lagi sebanyak 428 orang. Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari sarjana ini lulus dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Sidang senat terbuka wisuda sarjana ke-VIII tersebut dilaksanakan, Kamis (28/2) di Mega Ballroom Hotel CK Tanjungpinang.

Sidang senat yang meluluskan sebanyak 428 wisudawan/ti itu dibuka oleh Ketua Senat STIE Pembangunan Tanjungpinang, Charly Marlinda S.E M.Ak AK.Sie.

Para sarjana ini terbagi dari Program Studi Akuntansi 203 orang dan Program Studi Manajemen 225 orang.

Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Charly Marlinda dalam sambutannya menyampaikan, wisuda kali mencatat sejarah baru di kampus tersebut.

Sebab, untuk pertama kalinya, ada lulusan terbaik dengan nilai sempurna. Semua nilainya A dengan predikat Cumlaude. ”Nilai Indeks Predikat Kumulatif (IPK) 4,00 ini merupakan sejarah baru bagi STIE,” ungkap Charly dalam sambutannya.

Sidang senat wisuda sarjana ke-VIII STIE Pembangunan meluluskan 2 wisudawan/ti dengan predikat lulusan Terbaik (Cumlaude) yaitu Herry Suantosa dari Program Studi Akuntansi dengan nilai IPK 4,00 dan Nuriah dari Program Studi Manajemen dengan nilai IPK 3,78.

Di sela acara tersebut ada sambutan Ketua Yayasan STIE Pembangunan Tanjungpinang H. Azirwan M.A.

Dalam sambutannya Azirwan menyampaikan kalau wisuda sarjana ini bukan akhir dari mengejar ilmu. Tetapi, masih panjang lagi perjalanan yang harus dilewati.

”Tantangan ke depan semakin berat. Lapangan kerja semakin sempit, kesempatan kerja semakin kecil, persaingan semakin tajam. Berpikirlah menjadi seorang entrepreneur,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Yandri A S.H M.H, Sekretaris Kelembagaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDIKTI) 1 Padang dalam sambutannya.

Yandri berharap, sarjana yang diwisuda jangan berharap menjadi pegawai negeri.

”Sebagai kaum intelektual yang punya pengetahuan tentang literasi data, literasi teknologi dan literasi lainnya harus bisa menjadi seorang entrepreneur dan membuka lapangan kerja sendiri,” tuturnya.

Sidang senat ini juga dihadiri oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri HM Dali.

Hadir juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tanjungpinang, OPD Pemkab Bintan, ketua dari setiap institusi yang ada di Kepri, instansi TNI-Polri, tamu undangan dan orangtua wisudawan/ti.

Gubernur tidak bisa hadir saat itu karena mengikuti pembukaan Rakornas Bidang Kewaspadaan Nasional Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di Ballroom Golden Prawn 933, Bengkong Laut Kota Batam, Kamis (28/2).

Tentang STIE Pembangunan Tanjungpinang, kampus ini berada di Ibu Kota Provinsi Kepri yakni Kota Tanjungpinang.

Sebagai ibu kota Propinsi Kepri, memiliki peranan yang cukup besar dalam menunjang pembangunan provinsi ini khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.

Hal tersebut dikarenakan Provinsi Kepri mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia masih belum dimanfaatkan dan diolah sepenuhnya dalam pelaksanaan pembangunan.

Dengan pertimbangan akan terjadinya perkembangan pembangunan yang lebih pesat disegala sektor yang akan membutuhkan tenaga-tenaga muda yang profesional pada masa-masa yang akan datang, maka Yayasan Pembangunan Pendidikan Kejuruan (YPPK) Tanjungpinang, yang selama ini telah mengelola Pendidikan Menengah Kejuruan yaitu SMK Pembangunan yang terletak di Jalan Raja Haji Fisabilillah No.34 Km 5 Tanjungpinang, membulatkan tekad dengan menyelenggarakan pendidikan yang lebih luas namun tetap bermutu.

Bertitik tolak pada hal tersebut diatas, maka pada awal tahun 1997 dimulailah persiapan dan penjajakan untuk mendirikan sebuah Akademi dengan program Diploma III Akuntansi. Namun, dengan segala persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here