Stisipol Lahirkan 2.335 Sarjana

0
518
ALUMNI yang hadir foto bersama panitia dan pelajar pada kegiatan Dies Natalis dan reuni akbar angkatan 1997 hingga 2014. F-adly bara hanani/tanjungpinang pos

20 Tahun Sejak Berdiri, Alumni Isi Birokrasi hingga Pengusaha

Sejak berdiri 20 tahun silam, Kampus Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang sudah meluluskan sebanyak 2.335 sarjana dari berbagai jurusan.

TANJUNGPINANG – Jumlah itu, dengan rincian 1.031 orang dari Program Studi Administrasi Publik, 971 orang dari Program Studi Ilmu Pemerintahan serta 333 dari Program Studi Sosiologi.

Dari total jumlah alumni tersebut, sudah banyak yang berkontribusi dan dedikasi di berbagai bidang kerja atau pun dunia usaha.

Seperti halnya, di dunia pemerintah, politik, instansi vertikal bahkan pengusaha sukses.

Tepat 22 Juli 2019, Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang telah berusia 20 tahun. Kini lulusannya beragam profesi, mulai dari birokrat, politisi hingga pengusaha sukses.

Kampus ini resmi berdiri tahun 1999, melalui surat izin resmi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang berdasarkan SK Mendikbud No 133/D/0/1999 waktu itu.

Tak terasa, Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang sudah menapaki jalan panjang selama 20 Tahun berkiprah di pendidikan tinggi.

Tentunya, beragam kisah dan rintangan dalam kurun 20 tahun dalam menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)

Ketua Stisipol Endri Sanopaka S.Sos MPM berharap diusia 20 tahun ini, semoga Stisipol Raja Haji tetap terus bisa berkotribusi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia khususnya di Kepulauan Riau (Kepri).

”Kita sadar benar bahwa kompetisi semakin dinamis, Karena adanya perubahan-perubahan. Oleh karena itu, kita Stisipol Raja Haji siap untuk Menyesuaikan diri dari berbagai macam perubahan. Baik itu sesi akademik, sarana prasarana, tenaga pengajar dan lainnya,” kata Endri, saat diwawancara di ruangannya.

Endri juga menambahkan, Stisipol Raja Haji siap menyesuaikan dengan revolusi industri 4.0 dengan visi mewujudkan Stisipol Raja Haji sebagai pusat kecemerlangan Ilmu Sosial Berbasis Teknologi informasi pada tahun 2030.

Dari visi tersebut, lanjutnya, Stisipol merambah dan mencoba lengkapi sarana dan melengkapi visi dengan menyesuaikan dengan kurikulum sampai tahun 2030. Saat ini, pencapaian dari visi misi itu mencapai 30 persen.

”Kita masih masih berusaha mengintegrasikan segala keseluruhan proses pembelajaran dalam sebuah teknologi. Kita Ingin semuanya sadar, bahwa hari ini masyarakat sudah bisa dikatakan masyarakat media sosial. Jadi hari ini, kita harus bisa berubah dan jangan mudah mengeluh untuk menjawab tantangan ke depannya,” tutur Endri.

Endri juga ingin merubah pola pikir (mindset) mahasiswa, dan semua stakeholder ke depannya.

Menurutnya, Stisipol Raja Haji harus melesat secara dinamis menyesuaikan kondisi perubahan supaya tidak tertinggal ke depannya.

”Dalam waktu dekat ini, Stisipol Raja Haji akan menambah Program Studi Pascasarjana dan akan merubah menjadi institut,” ungkap Endri.

Dalam memperingati 20 tahun berdirinya kampus Stisipol Raja Haji, hingga saat ini telah banyak upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dengan menjalin hubungan dengan pihak kampus di luar negeri seperti Malaysia.

Kampus di Malaysia itu diantaranya, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Utara Malaysia, Asia e University, Kolej Universiti Islam Melaka.

Sedangkan negara lainnya, yakni Taiwan dengan Tunghai Universiti, I-Shou University, Ming Chi University, Dayeuh University.

Sabtu (27/7), alumni Stisipol Raja Haji angkatan tahun 1997 hingga 2014 berkumpul mengikuti kegiatan reuni akbar.

Kegiatan yang akan dimulai dari pagi dengan melaksanakan senam sehat, jalan santai berbagi doorprize dan dilanjutkan sampai malam diacara puncaknya yakni gala dinner.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Owner Owner Supermarket Al-Baik Tanjungpinang, Muhammad Zulkamirullah.

Banyak lagi beberapa tokoh penting yang hadir, dalam memeriahkan Dies Natalis dan reuni akbar tersebut.

Nama besar pahlawan kebanggaan Tanah Melayu Riau yakni Raja Haji Fisabilillah telah membangkitkan semangat anak negeri untuk meneladani nilai-nilai pejuangan beliau dalam wujud pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan.

Sebab hanya melalui pendidikan bangsa kita dapat mencapai kemajuan dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Semangat untuk mengembangkan aspek pendidikan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya anak Melayu, diaktualisasikan dalam aksi bukan hanya orasi, dengan mendirikan Yayasan Raja Haji Fisabilillah oleh tokoh-tokoh masyarakat Kepulauan Riau pada tanggal 12 Agustus 1998, dan memperoleh Izin Terdaftar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yakni berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.133/D/O/1999 Tanggal 22 Juli 1999 dan peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 1999.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here