STIT Lingga Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

0
1551
MAHASISWI dan civitas akademi STIT Lingga saat mengikuti acara di Batam, belum lama ini.F-istimewa/tanjungpinang pos

LINGGA – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lingga membuka pendaftaran gelombang pertama mahasiswa baru. Hal itu dikatakan Ketua STIT Lingga Dr Fauzi, M.Si dalam bincang-bincang dengan Tanjungpinang Pos di Kedai Kopi Batu 10, Jumat (8/3).

Menurut Fauzi, gelombang pertama penerimaan mahasiswa itu sudah dibuka sejak Januari lalu dan akan berakhir pada akhir Maret 2018. ”Setelah gelombang pertama, kita akan buka untuk gelombang kedua pada April hingga Juni 2018. Gelombang tiga dari Juni sampai September mendatang,” terang Fauzi.

Saat disinggung tentang biaya kuliah, Fauzi menerangkan, biaya kuliah di STIT relatif rendah yakni Rp 250 ribu per bulannya. ”Harapan kita membuat biaya kuliah murah ini agar minat tamatan SMA sederajat di wilayah Lingga dan sekitarnya bisa meningkat. Selama ini ada anggapan, bahwa biaya kuliah itu mahal. Anggapan itu kita jawab dengan bukti bahwa biaya kuliah itu sangat murah,” sebut Fauzi.

Baca Juga :  M Abdul Ghofur Kerja Angkat Soundystem Sambil Kuliah

Kampus yang beralamat di Jalan Kenanga, Setajam, Dabo Singkep ini, sebut Fauzi, saat ini menyediakan dua jurusan. ”Program studinya Strata-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan strata-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI),” sebutnya.

Untuk jam kuliah, sambungnya, mahasiswa bisa memilih jam kuliah pagi atau malam hari. ”Kita buka jam malam untuk mengakomodir banyak pegawai pemerintahan dan swasta yang ingin kuliah namun tak ada waktu di pagi dan siang hari,” katanya.

Kata Fauzi, ada pameo yang berkembang di masyarakat bahwa hanya anak orang kaya saja yang bisa kuliah karena biaya pendidikan tinggi. ”Anggapan seperti ini yang harus sama-sama kita kikis. Tukang ojek atau nelayan saja bisa kuliah di STIT karena biayanya yang murah dan jam belajarnya bisa dipilih,” sebut Fauzi.

Baca Juga :  Mahasiswa Dilatih Kepemimpinan Dasar

Bahkan, Fauzi mengaku prihatin dengan banyaknya masyarakat, di antaranya penjaga-penjaga toko yang bisa kredit motor hanya untuk kebutuhan beberapa tahun, namun tidak mampu untuk kuliah. ”Padahal, kuliah itu jauh lebih murah daripada kredit motor, dan manfaatnya seumur hidup,” ujar Fauzi.

Mengenyam pendidikan tinggi, lanjut Fauzi, tidak hanya untuk orang yang baru tamat SMA sederajat saja, namun juga dianjutkan untuk yang sudah bekerja bahkan untuk ibu rumah tangga.

”Dengan tingginya minat masyarakat untuk kuliah, tentu akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pola pikirnya akan lebih bagus hingga kesejahteraan yang diharapkan bisa terwujud dengan lebih mudah,” katanya. (jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here