Stok Pangan Masih di Batas Aman

0
425
EM Helmi Wahyuda

Kepala Disprindagkop Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Helmi Wahyuda memastikan, stok bahan pokok di Natuna secara umum masih aman hingga saat ini.

NATUNA – Sehingga, operasi pasar belum cukup mendesak untuk dilakukan kembali. Ia menyebutkan, keamanan pangan ini juga masih terdapat pada harga bahan pokok seperti beras dan gula serta komoditi lainnya.

Terkecuali ikan yang sempat mengalami fluktuasi, dan harganya melambung tinggi karena stok tidak stabil akibat cuaca buruk yang melanda Natuna.

”Stok gula dan beras Insya Allah aman, dan bulan Februari akan ada Operasi Pasar (OP) lagi,” kata Yuda di tempat kerjanya, Kamis (18/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan bahwa stok pangan seperti beras, gula dan komoditi lainnya di tataran pedagang masih bisa bertahan hingga satu bulan ke depan.

Hanya saja harga bahan pokok ada mengalami kenaikan dengan kisaran seribu rupiah kenaikan. Khusus untuk beras, kenaikan harga terjadi di setiap jenis dan tipe beras. Sementara, stok beras yang tersedia di Bulog untuk Natuna saat ini sebanyak 141 ton yang tersimpan di gudang Bulog Ranai.

Selain itu, 80 ton beras lagi yang tersimpan di gudang Bulog Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Demikian halnya dengan gula pasir, di tataran pedagang stoknya masih aman. Bulog Ranai memiliki stok sebanyak 81 ton gula, dan di Sedanau sebanyak 60 ton gula.

”Melihat stabilitas stok dan harga bahan pokok ini, saya rasa kita belum cukup mendesak untuk menggelar operasi pasar bulan ini. Stok pangan kita masih cukup aman, dan kita juga baru selesai melakukan OP,” sebut Yuda.

Ia menambahkan, dari sisi distribusi hingga saat ini ditsribusi pangan di Natuna secara keseluruhan masih aman. Hal itu didukung dengan transportasi kapal masih tetap masuk Natuna, meskipun cuaca khususnya di laut sedang kurang bersahabat.

”Distribusi kita juga aman, masih ada lima kapal yang antre bongkar muat sembako di Pelabuhan Penagi, Ranai. Mudah-mudahan tak ada lagi masalah dengan pangan kita,” pungkasnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here