Strategi Mengembangkan Ekonomi Kreatif

0
8751
Mujib Ahsany, S.IP

Oleh: Mujib Ahsany, S.IP
ASN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang

Tahun 2015 lalu merupakan tahun dimulainya era Globalisasi atau pasar bebas. Semua orang dari seluruh dunia mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja dinegara lain dengan bebas. Dengan diberlakukannya ASEAN Free Trade Asia (AFTA) dan Mayarakat Ekonomi Asean (MEA) pada awal 2016, maka pasar Globalisasi antar tenaga kerja di wilayah ASEAN semakin terbuka, setiap individu diberbagai bidang ekonomi terutama bidang ekonomi kreatif berkompetisi. Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla yang dimulai tahun 2014 merupakan salah satu pemerintah yang serius dalam mengembangkan salah satu sektor ekonomi yang mampu meningkatkan sektor ekonomi makro.

Dalam salah satu kesempatan Presiden Jokowi menyatakan “Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Indonesia”, menarik menafsirkan pernyataan Presiden Republik Indonesia terkait hal tersebut karena sektor ekonomi kreatif merupakan sektor barunamun mampu membuktikan sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa. Istilah Ekonomi Kreatif sendiri mulai dikenal secara global sejak munculnya buku“The Creativr Economy : How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins.

Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997, Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai USD 414 miliar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika Serikat. Indonesia memiliki potensi yang sangat luas untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Keragaman unsur budaya dan karakteristik masyarakat yang sejak dulu sudah berkreasi. Ini menjadi kekuatan tersendiri yang perlu dikelola secara tepat agar memnberikan nilai tambah ekonomi sebagai kekuatan ekonomi baru. Keberpihakan pemerintah atas potensi ekonomi kreatif di Indonesia adalah dengan adanya Paket Kebijakan terkait ekonomi kreatif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), ini dapat dijadikan peluang bagi generasi muda untuk membangun kisah suksesnya di bidang Ekonomi Kreatif.

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif Adalah Solusi Mengatasi Pengangguran

Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tanggal 20 Januari Tahun 2015 juncto Peraturan Presiden nomor 72 Tahun 2015 tentang pembentukan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menjadi titik tolak perkembangan ekonomi kreatif Indonesia, Presiden membentuk satu lembaga yang concern terhadap ekonomi kreatif, Hak Kekayaan Intelektual dan komunitas Badan Ekonomi Kreatif yang diketuai oleh Bapak Triawan Munaf telah menetapkan 16 fokus pengembangan, meliputi film, animasi dan video, fesyen, desain produk, desain komunikasi visual, desain interior, arsitektur, aplikasi dan game developer, televisi, dan radio, seni rupa, seni pertnjukan, periklanan, penerbitan, music, kuliner, fotografi dan kriya.

Dari semua potensi dan manfaat ekonomi kreatif, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengaah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Bekraf didorong mencapai beberapa target. Di antaranya, meningkatkan pertumbuhan produk domestic bruto ekonomi kreatif dari 5,19 persen menjadi 6,75 persen, menambah jumlah tenaga kerja dari 15,17 juta orang menjadi 17 juta orang dan meningkatkan kontribusi ekspor atau perolehan devisa bruto dari 18,16 miliar USD persen menjadi 21,50 miliar USD.

Laju pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia terus menggeliat, bahkan, perkembangannya lebih tinggi dari laju pertumbuhan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS), besaran produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif pada tahun 2015 lalu mencai Rp 852 triliun. Ekonomi kreatif pun menyerap tenaga kerja sebanyak lebihdari 15 juta orang. Ekonomi kreatif, memberikan kontribusi sebesar 7,4 persen terhadap totalekonomi nasional.

Dari keseluruhan ekonomi kreatif, subsektor Fesyen, Kriya, dan Kuliner menyumbang kontribusi terbesar, yakni 76 persen dari total PDB ekonomi kreatif. Kota Tanjungpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Riau, perkembangan ekonomi di Propinsi Kepulauan Riau yang melemah belum berdampak signifikan di sektor ekonomi kreatifnya. Perkembangan ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang juga bisa dikatakan menunjukan tren positif, dimulai dari komitmen Pemerintah Daerah membentuk Bidang Ekonomi kreatif masuk dalam Dinas Perindusrian dan Perdagangan kemudian masuk ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Air Bersih di Indonesia

Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki beberapa strategi dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, seperti pemetaan sektor unggulan ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Langkah awal yang terencana dimana Pemerintah Kota Tanjungpinang, Akdemisi dan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melakukan pemetaan sektor unggulan ekonomi kreatif yang potensial dan diperoleh berdasarkan riset dan pengembangan.

Hasilnya pemerintah KotaTanjungpinang menetapkan Sektor Seni Pertunjukan, Sektor Kuliner Dan Sektor Fesyen Menjadi Sektor Unggulan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang. Selanjutnya Pemerintah Kota Tanjungpinang juga melakukan inovasi dengan merencanakan pembukaan sentra pelayanan pendaftaran Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) berbasis internet bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Kepri, Hak atas kekayaan intelektual untuk produk kreatif kita masih sangat sedikit, jika dibandingkan di beberapa daerah lain. Tetapi dengan dengan jumlah HKI yang sedikit, pemerintah tetap memiliki tantangan untuk melindungi produk kreatif dari pembajakan.

Selain melindungi hak atas kekayaan intelektual pemerintah juga berperan dalam memberikan akses permodalan kepada pelaku kreatif untuk mengembangkan usahanya. Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk pendampingan pelaku kreatif meningkatkan usahanya, pendampingan seperti program Bank Indonesia terhadap UMKM diharapkan bisa diterapkan untuk pelaku usaha kreatif.

Baca Juga :  How To Be Happy?

Kemudian Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif juga intens dalam mendorong kemajuan para pelaku kreatif di berbagai sektor, mulai dari pembinaan usaha, badan hukum hingga bagaimana cara pengemasan dan pemasaran, melalui berbagai pelatihan diharapkan para pelaku akan terus mempu meningkatkan produktivitasnya sehingga mandiri dalam ekonomi. Pusat perbelanjaan juga diimbau dapat memberikan kesempatan pada ekonomi kreatif mulai dari seni pertunjukan, musik hingga menyediakan tempat bagi para UKM kerajinan, fashion dan ekonomi kreatif lain untuk dapat melakukan pameran dan penjualan, karena produk-produk mereka merupakan salah satu kekayaan yang dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

Tren positif perkembangan ekonomi kreatif mulai menarik perhatian pusat KhususnyaBadan Ekonomi Kreatif Indonesia, ini tercermin dengan berhasilnya Pemko Tanjungpinangmendapatkan dana Bantuan APBN untuk Revitalisasi Gedung Kesenian Aisyah SulaimanTanjungpinang, Revitalisasi gedung kesenian ini diharapkan akan digunakan secara rutin olehseluruh komunitas kreatif untuk berkumpul dan berkreasi.

Sektor Ekonomi Kreatif di Kota Tanjungpinang telah dapat dijadikan sebagai salahsatu tulangpunggung untuk meningkatkan perekonomian daerah. Komitmen Pemerintah Daerah perlu terus ditindaklanjuti dalam bentuk kongkrit untuk memasarkan produk-produk hasil ekonomi kreatif, dengan mengkombinasikan even-even pariwisata lokal dan senibudaya lokal sebagai modal dasar memasarkan ekonomi kreatif pada potensi lokal masing-masing.

Dalam tantangan perkembangan ekonomi kretif ke depan, hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis dan pelaku intelektual merupakan actor kunci penggerak kemajuansektor ini, dengan peran masing-masing diharapkan perkembangan ekonomi kreatif di Keprisemakin cepat dan berkesinambungan. Semoga ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here