Suami Beraksi di Penjara, Istri Edarkan Sabu di Luar Lapas

0
49
POLISI menggiring tersangka pengedar sabu ke ruang tahanan Mapolres Bintan, kemarin. F-ISTIMEWA

Tujuh Orang Kaki Tangan Narkoba Ditangkap Polres Bintan

BINTAN – Tujuh orang ditangkap pihak Satres Narkoba Polres Bintan, 2 tersangka merupakan wanita. Penangkapan terhadap 7 orang tersebut setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap seorang napi di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

Napi Lapas Kelas IIA Tanjungpinang berinisial RPS disebut-sebut polisi, sebagai pengendali peredaran narkotika jenis sabu-sabu di daerah Bintan. Ironisnya, RPS mengendalikan bisnisnya dari dalam Lapas menggunakan hape. Padahal area Lapas harusnya bebas dari peralatan komunikasi seperti hape.

Hal ini terungkap setelah Satres Narkoba Polres Bintan menangkap 7 tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu, Rabu (31/10) lalu.

Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Joko Purwanto mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk menahan napi berinisial RPS guna penyidikan.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas,” tuturnya, Jumat (2/11) kemarin.

Ia menceritakan, RPS memanfaatkan istrinya berinisial Mo untuk menjadi pilot yang menggerakkan bisnis haramnya di luar Lapas. Namun, Mo tidak bekerja sendirian, ia dibantu rekanannya Mw untuk melancarkan bisnis gelapnya tersebut. Pada hari penangkapan, polisi lebih dulu menangkap dua pemuda berinisial Ek dan Ri.

Dari kedua tangan pemuda itu, ia menambahkan, pihaknya menemukan alat hisap (bong) serta menemukan pesan singkat dari hape tersangka Ek, yang isinya memesan sabu-sabu dari tersangka Mw.

”Hari yang sama, sekitar pukul 16.40 ada pria berinisial Je, yang mengantarkan pesanan sabu-sabu tersangka Ek dan Ri. Kemudian kita interogasi, narkotikanya dari tersangka Mw,” bebernya.

Anggotanya menurut dia, terus mengembangkan penangkapan itu. Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka Mw, polisi melihat hape milik tersangka Mw. Dari situ polisi tahu siapa bandar sabu-sabu incarannya.

”Ternyata, Mw ini memesannya dari seorang napi di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang di Km 18 Tirta Madu. Tapi mesannya lewat istri napi itu yang inisialnya Mo,” ceritanya.

Sewaktu melakukan penangkapan di rumah Mo, anggotanya menemukan butiran kristal haram sebanyak 10 paket siap edar.

”Kemudian dari hape tersangka Je, ternyata kami berhasil lagi membengkuk dua pemuda berinisial Wa dan ARW, yang akan melakukan transaksi sabu-sabu di simpang Busung dekat halte,” sebutnya.

Dari hasil operasinya hari itu, Joko menyebutkan seluruh tersangka berjumlah 7 orang. Tersangka Ek dan Ri akan diserahkan kepada pihak BNNP untuk direhabilitasi. Sementara tersangka lainnya akan diproses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan undang-undang tentang narkotika. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here