Sudah 110 Warga Korban DBD

0
206
H Rahma didampingi Rustam, menyerahkan obat abate atau obat pembasmi jentik nyamuk kepada warga, Sabtu (16/2). Foto kiri petugas saat mengecek jentik nyamuk di drum plastik milik warga. F-ist/humas pemko tanjungpinang
Kasus penderita Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang lagi meningkat. Catatan dari Dinas Kesehatan Kota sudah ada 110 orang terserang DBD untuk periode Januari hingga saat ini. Dan 1 orang meninggal dunia.

TANJUNGPINANG – Kini penyakit DBD telah berubah, dahulu yang diincar adalah anak-anak yang lebih cenderung rentan terkena DBD, namun kini sekitar 65 persen orang dewasa juga terkena DBD.

Untuk memberantas DBD, berbagai elemen masyarakat antusias melakukan gerakan bersama basmi jentik-jentik nyamuk dan mensukseskan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantu jentik).

Upaya membasmi jentik serentak melalui gerakan satu rumah satu jumantik tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, di balai pertemuan warga Kijang Kencana III Kelurahan Pinang Kencana Kota Tanjungpinang Sabtu (15/2).

Selain dilakukan di Pinang Kencana, kegiatan yang sama juga dilakukan serentak di 17 Kelurahan lainnya di wilayah Kota Tanjungpinang.

Elemen masyarakat yang berpartisipasi dalam gerakan tersebut antara lain relawan PMI, Pramuka Saka Bakti Husada, kader posyandu, kader jumantik, kader PKK, Forum RWdan RT, mahasiswa Stikes Hang Tuah, mahasiswa Poltekkes, kantor kesehatan pelabuhan, babinsa, Babinkamtibmas, Dinkes Kesehatan dan Puskesmas serta warga di lokasi kegiatan

Para elemen masyarakat yang berperan serta terjun langsung secara door to door dari rumah ke rumah melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, memberikan bubuk abate sekaligus melakukan edukasi kepada keluarga keluarga yang dikunjungi.

Penyakit DBD memang penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue yang menular akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam. ”Kita terus berupaya melakukan inovasi dengan melakukan program dan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat terkait pemberantasan jentik nyamuk,” ujar Rustam.

Sementara itu, Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, mengatakan seluruh wilayah di Kota Tanjungpinang mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD, karena virus dengue dan nyamuk penularnya tersebar luas baik di rumah maupun di tempat umum.

”Oleh karena itu untuk mencegah penyakit ini diperlukan peran serta masyarakat dalam membasmi jentik nyamuk penularnya dimulai dari rumah sendiri dengan gerakan satu rumah satu jumantik,” ungkapnya.

Rahma juga menjelaskan sampai sekarang upaya pemberantasan DBD belum memberikan hasil yang optimal sehingga penyakit ini masih menjadi permasalahan kesehatan di sebagian besar kelurahan di Kota Tanjungpinang. Dan kadang-kadang menimbulkan peningkatan kasus.

”Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh komponen masyarakatt untuk bersama-sama ketua RT dan RW, agar seluruh keluarga melakukan pemantauan dan pembasmian jentik nyamuk secara serentak dilingkungan masing-masing secara terkoordinir,” jelas Rahma.

Kegiatan gerakan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pemberantasan jentik nyamuk oleh Camat dan Lurah Se-Kota Tanjungpinang. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here