Sudah 2.351 Berkas Kaveling Diurus Warga

0
740
Bayar UWT: Warga Sagulung saat membayar UWT KSB dan Legalitas Kavling di kantor pembatu. F-istimewa/HUMAS BP BATAM

BATAM – Setelah Badan Pengusaha (BP) Batam dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam membuka kantor pembantu di tiga kelurahan di Sagulung, sebanyak 2.351 berkas kaveling sudah masuk. Berkas itu akan diajukan untuk membayar Uang Wajib Tahunan (UWT) dan sertifikat. Untuk tahun ini BPN Batam menargetkan akan ada 15 ribu kaveling sudah disertifikat di Batam.  Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor BPN Batam, Asnaedi, Senin (31/7) di Batam, saat ini merupakan tahap II pelayanan bersama antara BP dan BPN dalam pengurusan setifikat dan UWT. Dimana, tahap awal yang mendaftar hanya 700 berkas saja yang masuk.? Sementara untuk tahap dua, diakui target 15ribu. ”Tahap dua, kita buka di kantor pembantu pelayanan KSB, di Sei Lekop. Untuk tahap kedua, baru 18 hari, sudah masuk 2.351 berkas,” katanya.

Dengan target 15 ribu dengan sisa waktu enam bulan untuk tahun 2017 ini. Dimana, untuk memudahkan warga, BPN dan BP Batam membentuk tiga tim untuk menerima pembayaran UWT dan pengajuan sertifikat, di Sagulung. BPN optimis untuk mencapai target. Dimana, di tim 1 ada 1.033 berkas, tim 2 ada 775 berkas dan tim 3 berkas yang masuk 543. ”Insya Allah (tercapai),” katanya optimis.

Sementara Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, kantor pelayanan itu dibuka untuk memudahkan masyarakat di tiga kelurahan, Sagulung. Dengan demikian, dapat memudahkan masyarakat dalam percepatan pembayaran UWT dan penerbitan sertifikat KSB. ”Jadi mengurus legalitas kavling kini lebih dekat, BP Batam bekerjasama dengan BPN untuk mempercepat penerbitan sertifikat,” kata Andi.

Disampaikannya, jika semua persyaratan lengkap dari warga, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja, menerbitkan sertifikat. Sementara untuk diluar tiga kelurahan itu, sementara masih berjalan seperti biasa. Pengurusan sertifikat dibuka di PTSP di Gedung Sumatera Promotion Convention (SPC).

Sementara untuk tarif UWT akan mengacu pada Perka BP Batam nomor 9 tahun 2017. Dimana untuk perumahan KSB Rp47.100 dan perumahan tapak Rp100.700 permeter persegi selama 30 tahun. Syarat yang harus dipersiapakan diantaranya adalah gambar PL, SPJ (PPL), SKEP, surat rekomendasi, UWT dan SPPT PBB tahun berjalan.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here