Sudah Belasan Tahun Midai Krisis Air Bersih

0
723
Nelayan: Seorang nelayan lokal asal kecamatan Midai saat mencari air bersih ke pulau lain. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Natuna – Sudah hampir 17 tahun Natuna menjadi Kabupaten. Namun Kecamatan Midai sampai hari ini masih mengandalkan air gunung yang ditampung di drum dan diangkut pakai kendaraan tosa ke permuiman warga.

Selain itu lebih parah lagi, bagi warga yang tinggal di pesisir, mereka harus rela menggunakan air sumur yang rasanya sedikit payau.

Indra seorang warga Midai menuturkan, selama ini warga Midai megandalkan air sumur untuk air untuk mandi dan mencuci. Namun, tidak semua warga bisa dapat membuat sumur. Namun untuk minum menggunakan air dari gunung.

”Kalau ingin dapat air bersih dari gunung, kita harus rela menempuh jarak yang cukup jauh. Jadi setiap warga jika ingin mendapatkan air bersih harus rela pergi ke gunung untuk dapat air,” kata Indra saat ditemui di jalan Soekarno-Hatta, Ranai. Senin (13/3).

Lanjut Indra, jika ingin praktis tinggal beli dengan warga yang membawa drum air dari gunung yang harganya cukup mahal. Makanya bagi warga pesisir sangat sulit sekali dapat air bersih.

”Wah, kalau beli air dari gunung lumayan mahal juga. Jika tidak salah sekitar Rp 80 ribu per drum. Jadi, selama ini kita kalau mau minum tidak mau pakai air dari sumur yang rasanya sedikit payau, kalau dipakai mandi rasanya lengket,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Anang warga Midai mengatakan, di Kecamatan Midai dari pertama mekar hingga sekarang seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak pernah ada.

Camat Midai Nosvianto Mazda membenarkan kecamatan Midai belum ada pengelolaan air bersih. Masyarakat mengandalkan air sumur di setiap rumah.

”Saya rasa, air sumur itu kurang layak, karena apabila digunakan untuk mandi masih terasa lengket di badan,” katanya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here