Sudah Lima Positif Korona di Kepri

0
167
Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid19 Provinsi Kepri mengumumkan ada satu penambahan penderita virus Korona di Kepri. Kini Total pasien yang positif sakit karena virus Korona ada 5 orang.

BATAM – Hal itu diketahui dari pemeriksaan laboratarium Swap pasien dari Kemenkes RI yang keluar Senin (23/3/2020).

Baru Pasien terbaru yang terjangkit Korona di Batam adalah pria berusia 47 warga Batam yang kini dirawat di ruang isolasi Embung Fatimah, Batuaji.

Menurut Kadiskes Kota Batam dalam rilis yang diteken walikota Batam, pasien ini pada senin 9 Maret 2020 sempat ke Jakarta melalui Bandara Hangnadim dan pulang ke Batam pada 10 Maret.

“Beliau ke Jakarta untuk acara peletakan batu pertama pembangunan Kapal di Tanjungpriok yang saat itu dihadiri orang banyak. Setelah acara selesai pasien ini juga mengunjungi perusahaan pembuatan kapal yang tak jauh dari lokasi acara. Lantas pada Rabu (11/3/2020) yang bersangkutan juga perki ke Kemenhub untuk melaksanakan meeting,” bunyi rilis yang ditandatangani Walikota batam Rudi SE itu.

Lantas pada 12 Maret dia kembali ke Batam. Pasien ini mulai mengeluh sakit pada JUmat (13/3/2020) karena tenggorokannya terasa gatal dan badannya kurang fit. Lantas pada Sabtu 14 Maret mulai meriang.

Karena pada Senin (16/3) yang bersangkutan kembali demam, hingga ia memutuskan untuk berobat ke rumah sakit. Sehari kemudian ia kembali datang untuk berobat hingga langsung dibawa ke ruang Isolasi namun diperbolehkan pulang setelah diberi obat.

Pada 18 Maret pasien ini kembali datang berobat karena kesehatannya tidak kunjung membaik hingga kembali diisolasi dan diambil swab oleh tim balai teknik kesehatan Batam. Apalagi penyakitnya mengarah kepada pneumenia hingga masih dalam pasien Dalam pengawasan Covid-19.

Lalu pada Senin (23/3) hasil sample swabnya keluar dan ia dinyatakan positif mendetika sakit akibat virus Korona.

“Saat ini petugas kita sedang melakukan proses kontan dengan semua orang yang ditenggarai telah kontak dengan kasus 03 ini selama yang bersangkutan melakukan perjalanan dari Batam ke Jakarta untuk proses karantina,” ucap Walikota Batam Ruri SE dalam jumpa Persnya yang dibacakan kadis Kesehatan Kota Batam Didi Kusmayadi, Senin (23/3) sore.

Selain itu saat ini, total pasien yang statusnya dalam pengawasan (PDP) karena uji labnya belum keluar di Kepri sudah 64 orang. Dua diantara Pasien PDP meninggal. Dari 54 pasien Dalam pengawasan ini sudah 51 orang yang diambil sample, hanya saja yang sudah keluar hasil labnya ada 39 orang. Dari 39 itu ada 34 pasien yang dinyatakan negatif dan 5 orang yang dinyatakan posistif korona. Selain itu kini di Kepri ada 15 pasien lagi yang masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratarium.

Pasien terbaru yang positif korona ada di Batam. Angka ini menandakan sudah ada 3 pasien dengan virus Korona di Batam dan satu diantaranya meninggal dunia, Minggu (23/3/2020). Dua pasien lain kini dirawawat di RSUP Tanjungpinang dan RSUD di Karimun.

Pasca meninggalnya pasien 01 virus corona (Covid-19) di Batam, pemerintah langsung mengkarantina orang-orang yang berhubungan dengan penderita korona sebelumnya si pasien meninggal dunia. Sampai Senin (23/3/ 2020), sudah 45 orang dijemput untuk menjalani karantina selama 14 hari ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, Senin (23/3), penjemputan dilakukan, untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Corona.

”Kita sudah melakukan karantina terhadap 45 orang. Mereka ditempatkan di Rusun BP Batam di Tanjunguncang,” kata Didi.

Saat ini mereka kini dilaporkan dalam proses pemeriksaan. Langkah ini dilakukan, setelah pasien 01 Batam positif covid-19 di Batam meninggal dunia, Minggu (22/2) sekira pukul 19.30 WIB. Pasien 01 Batam itu sebelumnya mengikuti acara di Bogor. Sementara satu pasien positif corona 02, saat ini masih dirawat di RSBP Sekupang. Pria berusia 32 tahun diduga tertular saat melakukan perjalanan di Paris.

Berbeda dari jenazah biasanya, sebelum dikebumikan, pasien terinfeksi covid-19 akan dirapping menggunakan plastik. Dinkes Kota Batam mendapat bantuan kantong jenazah dari Pol Air yang khusus infeksi. Setelah itu, baru dimasukkan dalam peti.

”Keluarga boleh melihat jenazah yang sudah dirapping untuk terakhir kalinya. Tapi kita membatasi jumlah orang dan tak boleh lama-lama. Dari Ruang Jenazah langsung dibawa ke kuburan,” imbuh Didi.

Menurut Didi, saat ini Batam masih kekurangan alat atau bahan, untuk menguji warga yang mengindap virus Corona. Batam membutuhkan Virus Transfer Media (VTM). Bahan tersebut digunakan untuk memindahkan virus ke alat tes.

”Kita membutuhkan itu untuk bisa melakukan pengecekan kesehatan warga, terkait virus corona,” beber dia.

Dalam penanganan Covid-19, Kepala Balai Tenik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan, saat ini alat yang digunakan untuk tes Covid-19 ada beberapa. Seperti test pack, dimana dalam satu kotak, terdiri dari 10 atau 20 alat tes. Begitu hasilnya positif maka, selanjutnya akan dites lagi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hasil proses tes Covid-19 bisa selesai dengan durasi cepat. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Sampel yang digunakan, swab tenggorokan, swab hidung, urine dan darah.

“Tapi alat PCR ini, belum ada di Batam. Test massal belum dapat dilakukan di Batam,” beber dia. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here