Sudah Rekaman, 300 KTP Belum Dicetak

0
384
Warga saat antre mengambil KTP-el di kantor Disdukcapil.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tanjungpinang kejar tayang untuk menjadikan Print Ready Record (PRR) KTP-el nol persen. Istilah PRR ini adalah masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP-el, tapi belum mengambil KTP-el.

Sampai saat ini, masih ada sekitar 300 lebih masyarakat yang sudah masuk katagori PRR. Sementara, bagi yang sudah selesai pihak Disdukcapil turun ke lapangan untuk untuk memberikan KTP-el milik warga yang sudah rampung.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Dukcapil Kota Tanjungpinang Irianto, kemarin.

Dikatakan, Disdukcapil harus jemput bola dan kerja ekstra sampai PPR nol persen sebelum memasuki Pemilu 2019.

Pasalnya, ada target dari pemerintah pusat yang mengharuskan kami untuk nol persen perihal PRR ini.

Baca Juga :  Pemko Mulai Pasang Tapping Box

”Kita sudah mencetak sekitar 97.000 KTP-el, tapi masih ada data PRR sebanyak 300 orang. Ini terdeteksi di sistem milik Disdukcapil Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Menurutnya, setelah dicetak ada masyarakat yang langsung mengambil KTP-el miliknya di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang berada di Jalan Kijang Lama, Batu 7 Tanjungpinang. Ini artinya, masyarakat yang proaktif serta taat terhadap administrasi kependudukan.

Menurutnya, sebagian lagi, pihaknya langsung menyerahkan ke empat Kantor Kecamatan se-Kota Tanjungpinang. Baik itu di Kantor Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota dan Bukit Bestari. ”Seingat saya sekitar 1.000 KTP-el yang sudah didistribusikan ke Kantor Kecamatan masing-masing,” terang dia.

Baca Juga :  Peringati HUT TNI, Denpom dan Harley Owner Grup Berbagi

Lanjut mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang ini, untuk sementara waktu petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang belum bisa cetak KTP-el milik 300 orang tersebut. Pasalnya, ada data kependudukan milik masyarakat yang bermasalah disaat petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang ingin masukkan ke dalam sistem.

Menurutnya, yang selalu terjadi hingga bermasalah dan tidak bisa masuk ke dalam sistem, adalah data kependudukan yang double alias duplikat rekor sampai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik masyarakat. Bisa terjadi duplikat rekor, bahwa masyarakat sudah pernah melakukan perekaman KTP-el.

Baik daerah asal maupun di kantor camat di mana masyarakat tersebut tinggal. Sekali ingin dilakukan perekaman, masyarakat tersebut mengaku dengan petugas Dulidukcapil Kota Tanjungpinang belum pernah melakukan perekaman KTP-el. Sehingga data milik masyarakat menjadi ganda.

Baca Juga :  Dinsos Akan Gelar Validasi Bantuan PKH

”Kalau seperti sistem kita tidak bisa terima. Jadi, cukup sekali rekam saja,” ucap dia. Ia menggimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengaku-ngaku belum pernah merekam KTP-el, sebenarnya sudah melakukan perekaman KTP-el oleh petugas. Sehingga data milik masyarakat tidak bisa diterima oleh sistem. Itu salah satu kendala hingga hambatan KTP-el tidak bisa dicetak,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here