Sudah Sepekan Harga Sayur Mahal

0
927
MEMBERSIHKAN SAYUR: Salah satu pedagang sedang membersihkan sayur yang akan di jualnya. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Harga sayur di Pasar Bincen mengalami kenaikan, meski demikian pedagang tak mengeluh karena masih banyak pembelinya. Kenaikan ini sudah berlangsung hampir sepekan Pantauan Tanjungpinang Pos, Kamis (23/11), kenaikan harga kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kilo. Mulai dari sayur mayur jenis sawi manis, sawi minyak, sawi hijau, kacang panjang, peria, gambas, kangkung, bayam hingga timun.

Pedagang sayur di Pasar Bestari Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang, Yudi menuturkan, kenaikan sudah terjadi empat hari terakhir. Hal ini disebabkan hasil panen petani sayur di Bintan kurang maksimal.

Baca Juga :  Wahana Permainan di Taman Laman Boenda Rusak

Saat ini, lima jenis sayur tembus Rp 12 ribu per kilo. Diantaranya, sayur sawi hijau, peria, kacang panjang dan gambas serta timun. Sebelumnya, harga timun dan sayur gambas hanya Rp 7 ribu per kilo. Sedangkan sayur kacang panjang Rp 8 ribu, sayur peria Rp 9 ribu dan sawi hijau Rp 10 ribu per kilo.

Kemudian, komoditi sayur kangkung mengalami kenaikan Rp 2 ribu, dari harga biasa Rp 6 ribu kini mencapai Rp 8 ribu per kilo. Sedangkan harga sayur bayam, sawi minyak dan sawi manis mengalami kenaikan Rp 4 ribu per kilo.

Baca Juga :  Curi Hape Lia, Dede Masuk Penjara

Sebelumnya, harga sayur bayam hanya Rp 6 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilo. Sayur sawi manis dan sawi minyak mencapai Rp 14 ribu dari harga sebelumnya Rp 10 ribu per kilo. Meskipun harga naik, dia mengklaim, tidak mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap sayur.

Menurutnya, sayur salah satu kebutuhan masyarakat yang di konsumsi setiap hari. Begitu juga yang disebutkan pedagang lain, Siregar bahwa kenaikan harga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. ”Paling pembeli sebut kok naik, yah pada umumnya mereka mengerti karena kenaikannya tidak signifikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Petugas Kebersihan Minta Kenaikan Gaji

Berbeda dengan harga cabai yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan dan membuat daya beli turun. Biasanya, masyarakat masih bisa menahan untuk tak membeli. Begitu juga dengan harga ikan yang mengalami kenaikan dan stok yang sedikit. Seperti dituturkan salah satu pedagang ikan di Bincen, Ojak bahwa stok ikan sedikit karena hasil tangkap nelatan tak banyak. (dri/dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here