Sudah Tak Layak, Kapal Dihapus dari Daftar Aset

0
354
RUSAK BERAT: Kapal feri cepat milik Puskesmas Sedanau kodisinya rusak berat. f-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – KONDISI kapal feri cepat milik Puskesmas Sedanau sangat memperihatinkan. Pasalnya, kapal itu telah tenggelam dan dipenuhi lumpur di pelabuhan penyeberangan antara Binjai ke Sedanau.

Sebagian warga mempertanyakan, kapal feri itu sempat melayani tranportasi untuk warga yang mengalami sakit. Kapal cepat tersebut, mengangkut pasien dari Puskesmas Sedanau untuk dibawa ke RSUD Natuna.

Saat ini, kapal tersebut sudah menjadi bangkai kapal terbengkalai dan tidak berfungsi lagi. ”Waduh sayang sekali kapal feri cepat itu dibiarkan begitu saja di tepi sungai, dekat pelabuhan penyeberangan antara Binjai ke Sedanau. Padahal, kapal feri itu cukup bagus, dan sekarang kondisinya sangat parah sama seperti Natuna Bahari yang rusak di Pelabuhan Penagi,” kata Putra, warga Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, kemarin.

Kapal itu sebelumnya sebagai kapal angkut warga sakit, tetapi sekarang kapal itu sudah tidak layak lagi. Padahal, sangat bagus sekali buat masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat. ”Sebetulnya bagus sekali untuk membantu masyarakat, tapi sangat sayang sekali sudah rusak berat dan tidak layak lagi,” sebutnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Abdul Gani menjelaskan, kapal feri cepat itu sudah tidak layak lagi dipergunakan. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan kepemerintah daerah agar dilakukan penghapusan aset. ”Karena kondisi kapal yang sudah tidak layak pakai. Makanya, sudah kita usulkan untuk dilakukan penghapusan aset ke pak sekda,” jelas Abdul Gani.

Saat ditanya tentang pembuatan kapal tersebut, pihaknya tidak begitu mengetahui sama sekali apakah kapal itu pemberian bantuan atau dibuat menggunakan APBD Natuna. Sekarang ini, pihaknya baru sebatas mengusulkan untuk dilakukan penghapusan aset.

Sebab, nantinya dari hasil keputusan tersebut semuanya tergantung dari pemerintah daerah apakah akan dilelang atau dihibahkan. ”Penghapusan itu bisa dilelang atau mau di hibahkan ke masyarakat, tergantung kebijakan pemkab Natuna. Mungkin bisa tanya ke bidang Aset BPKAD,” sarannya.

Berdasarkan informasi dari Bendahara barang Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rohim, bahwa kapal Fery cepat Sedanau itu bersumber dari Dana APBD tahun 2007.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here