Suksesi Gerakan Salat Subuh Berjamaah

0
345
Raja Dachroni

(Menyambut Ijtima Ulama GNPF dan Subuh Akbar di Masjid Nur Ilahi Provinsi Kepri)

Oleh: Raja Dachroni
Pembina Komunitas Pemuda Pejuang Subuh (KPPS)

Mungkin karena ini tahun politik dan ada dua agenda besar menjelang 2019 yakni Pileg dan Pilpres, tak banyak yang merespon tentang gerakan salat subuh berjamaah yang direkomendasikan GNPF Ulama pada Ahad (29/8). Gerakan Indonesia salat subuh berjamaah merupakan program dakwah khusus masih kalah pamor dengan rekomendasi Capres-Cawapres antara Prabowo – Salim Segaf atau Prabowo – UAS. Bagi penulis dan pegiat subuh berjamaah tentu sangat menyambut baik rekomendasi gerakan salat subuh berjamaah GNPF Ulama dan Alhamdulillah pada Rabu (8/8) Pemprov Kepri menggelar kegiatan subuh akbar yang disejalankan dengan safari dakwah UAS.

”Mohon bantuannya untuk di-share ke jamaah lainnya, terima kasih” demikian chat WA yang masuk ke penulis dari Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau Tarmidi kepada penulis. Tentu relawan KPPS (Komunitas Pemuda Pejuang Subuh) senang dan segera menyebarkan. Sebagai pencerahan, ini tentu momentum yang sangat baik untuk kita sadar bahwa ada beragam hikmah dan pelajaran dari gerakan salat subuh berjamaah baik ditinjau dari dimensi agama, kesehatan atau sosial.

Meminjam pendapat KH. Arifin Ilham dalam sebuah pemberitaan berita nasional, Jumat (7/4) salat Subuh berjamaah sangat besar hikmahnya. Pertama, saalat Subuh berkaitan dengan pembagian pembagian rezeki. Seperti hadits Rasulullah SAW: Pernah suatu ketika Nabi SAW salat Subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara salat Subuh dan terbitnya matahari. “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS.Ath Thalaq : 2-3).

Kedua, salat Subuh setara dengan salat malam semalam suntuk. ”Barang siapa yang melaksanakan salat Isya’ secara berjamaah di masjid maka ia seperti salat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan salat Subuh secara berjamaah maka ia seperti salat malam satu malam penuh.” (HR Muslim). Keutamaan ketiga, ujar Arifin, salat Subuh membedakan antara Mukmin dan munafik. Arifin lalu mengutip hadits Rasulullah SAW, ”Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Subuh berjamaah di mesjid. Padahal, seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua salat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (HR Ahmad).

Keempat, salat Subuh adalah penyelamat dari neraka. Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim). Salat subuh adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan salat Subuh dan Ashar secara berjamaah, maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT. Terakhir, keutamaan kelima, salat Subuh adalah penyebab orang masuk surga. Nabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua salat bardain berjamaah dia masuk surga.”

Seruan azan subuh, salat lebih baik daripada tidur secara ilmiah juga mendorong umat muslim untuk lebih sehat. Hal ini jika kita merujuk penelitian yang dilakukan oleh Louis J Ignarro dan Ferid Murad yang dikutip Muhammad Jihad Akbar dalam tulisannya, “Hikmah Salat Subuh, Sehat dan Disaksikan Malaikat,” di harian yang sama.

Disebutkan bahwa pembuluh darah manusia akan mengembang pada tengah malam terakhir sampai menjelang siang. Kemudian secara berangsur-angsur sekumpulan sel darah akan menggumpal pada dinding pembuluh sehingga terjadi penyempitan. Inilah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi. Menurut peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 1998 ini, ada cara alamiah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, yaitu menggerakkan tubuh sejak pagi buta. Karena, penelitian mereka menunjukkan bahwa dengan menggerak-gerakkan tubuh, gumpalan sel tadi akan melebur bersama aliran darah yang terpompa dengan kencang pada saat bergerak.

Nah, mari kita jadikan momentum kehadiran UAS dalam Subuh Akbar nanti menjadi tonggak awal gerakan subuh berjamaah di Kepulauan Riau. Ada begitu banyak masjid besar yang dibangun, ada begitu banyak pemuda Islam yang tertidur di kala azan subuh berkumandang. Saatnya kita bangkit dan gelorakan semangat salat subuh berjamaah agar Kepri khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi negeri yang diberkahi. Bahagia dan sejahtera warganya. Mari ramaikan subuh akbar bersama UAS dan semoga Allah SWT membuka hati dan menggerakkan langkah-langkah kita untuk ke masjid melakukan salat subuh berjamaah. Semoga! ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here