Suku Laut Minta Akta Kelahiran

0
567
SUKU LAUT: Salah seorang warga Suku Laut tampak bersama anaknya di Selat Konky, Kecamatan Senayang, Lingga, baru-baru ini. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Akibat belum memiliki akta kelahiran, anak-anak Suku Laut di Kabupaten Lingga tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal.

Lingga – Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga, Encek Afrizal, mengatakan, legalitas anak-anak Suku Laut selama ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Akibatnya, puluhan anak yang lahir di lingkungan Suku Laut tumbuh tanpa memiliki sebarang dokumen akta kelahiran pun.

Dampak sosial yang paling serius, sebut Afrizal, mereka sangat kesulitan masuk ke jenjang pendidikan formal.

Sejauh ini, jenis pendidikan yang diterima anak-anak Suku Laut yang tinggal di pesisir Kabupaten Lingga hanyalah pendidikan non formal yang diberikan oleh sejumlah aktivitas Non Goverment Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

”Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi bersama. Ini masalah prioritas,” kata Encek Afrizal saat menerima Gerakan Peduli Suku Laut (GPSL) Lingga di kantornya, kemarin.

Di tempat terpisah, Sekretaris GPSL, Densy Fluzianti, menyebutkan, ada 20 anak suku laut di Selat Kongky, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, yang menjadi binaannya belum memiliki akta kelahiran.

Orang tua anak-anak Suku Laut yang tidak memenuhi persyaratan menjadi alasan tidak bisa dikeluarkannya akte kelahiran bagi anak Suku Laut tersebut.

”Padahal, setahu saya peraturan sekarang pembuatan akta kelahiran tidak perlu surat nikah. Cukup Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ibu saja. Ini ironi terbesar pembangunan yang konon sedang dititikberatkan pada kesejahteraan masyarakat maritim,” katanya.

Densy berjanji pihaknya akan membantu KPPAD secara maksimal dalam upaya mendapatkan akte kelahiran anak Suku Laut.

”Bayangkan, anak-anak di Selat Kongky dari yang umur 1 tahun sampai umur 8 tahun belum memiliki akta kelahiran. Kami berharap dengan kedatangan ke kantor KPPAD ini bisa mempercepat kepengurusan legalitas kepada anak anak Suku Laut. Karena kalau tidak ada akta kelahiran anak-anak Suku Laut ini terancam tidak dapat mengenyam pendidikan,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here