Sumber Air Kecil Harus Diperhatikan

0
483
Luthfi Pratama

BINTAN – Rencana pemerintah yang akan membangun estuari dam Desa Busung, dan waduk lainnya, sebaiknya tidak melupakan sumber-sumber air yang sudah ada. Khususnya proyek-proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) yang sudah dibangun.

Luthfi Pratama, Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Bintan mengatakan, rencana pembangunan dam raksasa yang sedang berkembang saat ini, tidak sejalan dengan pemanfaatan sumber air kecil yang sudah ada.

”Seperti misalnya SPAM Seri Kuala Lobam, yang saat ini tidak maksimal. Bahkan tidak mengalir. Padahal, sumber air di dam Sei Lepan sangat banyak. Ini kan harus menjadi perhatian,” sebutnya, Kamis (9/2).

Ia mengingatkan, jangan hanya karena membangun sesuatu yang besar, yang kecil tidak diperhatikan atau tidak dimaksimalkan. Padahal sumber air tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Harus diingatkan juga, agar tidak sekedar membangun. Tetapi pemanfaatannya juga harus sejalan dengan tujuan pengadaan air bersih tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya membangun dam, pemerintah juga harus tegas terhadap ruang hijau dan wilayah hijau resapan air. Sehingga daya dampung dan sumber air juga tidak hilang dengan adanya pembangunan.

”Sejauh ini, kami melihat pemerintah juga kurang pengawasan sejak kewenangan kehutanan dilimpahkan ke provinsi. Harusnya jika ingin memenuhi kebutuhan di hilir, bagian hulunya juga harus dibangun. Seperti air ini juga,” tambahnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here