Supir Angkot Desak Taksi Online Dirazia

0
510
Supir angkot di Batam saat demo di depan kantor Wali Kota Batam Kamis (8/3).F-MARTUA/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Ratusan supir angkot plat kuning demo di depan kantor Wali Kota Batam. Mereka mendesak Wali Kota Batam, HM Rudi untuk menertibkan taksi online, yang hingga saat ini belum mendapat izin operasi. Para pendemo yang memarkirkan angkotnya di depan kantor Wali Kota, membawa juga spanduk berisi tuntutan supir taksi yang menyebut dirinya dari persatuan supir metro trans (Persomet).

Pada aksi yang berlangsung, Kamis (8/3) itu, mereka memampangkan spanduk dimobil angkot persis depan pintu gerbang Wali Kota. Pada spanduk itu tertulis, ‘menolak mobil plat hitam (online), menaikkan/menurunkan penumpang di trayek (Panbil, Mukakuning, Batamindo, ABB, Top 100, SP, Aviari (RS), Puskopkar, PJB-Tanjunguncang.

Baca Juga :  Ayo Laporkan Pungli Penerimaan Bintara Polisi!

Mereka menyebutkan jika taksi online banyak merugikan mereka, karena beroperasi di trayek yang mereka jalani selama ini. Sehingga, pendapatan angkot di daerah Batuaji, Sagulung dinilai turun drastis. “Pak Wali Kota, kami menolak keberadaan taksi online yang sudah merugikan,” teriak Ketua Persomet Winsar Panjaitan, sebelum diterima Wali Kota HM Rudi untuk dialog.

Rudi yang menerima pendemo, menyampaikan posisi pihaknya terkait taksi online atau plat hitam. Disebutkan, taksi online bukan wewenang pihaknya. Kewenangan itu disebutkan ada di provinsi. Sehingga penyelesaiannya ada di tingkat provinsi. Pemko diakui tidak bisa mengambil kebijakan tanpa kewenangan yang dimiliki.

Baca Juga :  Disdik Diminta Tidak Fokus Sistem Daring

”Kalau ada pelanggaran operasional angkutan, ada aparat dan Dinas Perhubungan. Mereka yang menindak,” tegasnya.

Di sisi lain, Rudi juga meminta agar supir angkot untuk berbenah. Angkot dan jenis angkutan lain berplat kuning, agar melakukan perbaikan kendaraan. Selain itu, diharapkan ada peremajaan dengan mengganti angkutan yang tidak layak operasi dengan yang baru. Sehingga ke depan, angkutan plat kuning mendapat daya tarik lebih besar dari penumpang.

”Minta diganti yang tidak layak. Nanti akan segera diremajakan, sehingga tetap layak jalan dan dapat bersaing dilapangan,” ujar Rudi.

Baca Juga :  TPID Gelar Operasi Pasar Hingga Jumat

Winsar sendiri didampingi rekan-rekannya, mengeluhkan pendapatan mereka selama ini, setelah taksi onlineberoperasi. Pendapatan mereka diakui turun drastis. Sehingga saat ini, supir angkot di Batam, terancam pengangguran. “Harus diatur, jangan enaknya taksi online mengambil penumpang di trayak itu. Kami yang sengsara,” ujarnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here