Supir Bus Dipanggil Sebagai Saksi

0
301
Iptu Ridwan

TANJUNGPINANG – Lakalantas yang mengakibatkan dua remaja meninggal dunia dan satu lainnya luka parah menyeret, Widodo selaku pengemudi bus BP 7604 A milik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Widodo ikut dipanggil Polres Tanjungpinang kini masih sebagai saksi, sebab ban belakang bus yang dikemudikannya diduga melindas tubuh salah satu korban yang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kanit Lakalantas Polres Tanjungpinang, Ipda Ridwan menuturkan, dari hasil olah TKP, Lakalantas diakibatkan kelalaian dari pengendara sepeda motor Honda Revo warna putih dengan nomor polisi BP 2184 QT.

Sepeda motor itu dikemudikan Ahmad Agus yang membonceng rekannya Fauzan, siswa pesantre Ceruk Ijuk, Bintan tersebut.

Sepeda motor mereka beradu kamping dengan kendaraan Honda Scoopy BP 3251 AW yang dikendarai tunggal, M Risky.

“Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi yang diduga bersalah pengedara Honda Revo putih. Mereka berupaya mendahului kendaraan tampa memperhatikan kendaraan berlawanan arah di depannya,” ujar Ipda Ridwan kepada Tanjungpinang Pos.

Saat disinggung, apakah supir bus tersebut berkemungkinan naik status menjadi tersangka, Ridwan menuturkan sampai saat ini, dari hasil penelusuran dan olah TKP, belum bisa menetapkan bersalah atau menjadi tersangka.

“Saat ini penyelidikan masih fokus terhadap kendaraan roda dua, sedangkan supir bus hanya sebatas saksi,” tegasnya.

Ia menuturkan, saat ini, bus BP 7604 A UMRAH Tanjungpinang yang di bawa Widodo di amankan di Polres Tanjungpinang sebagai barang bukti. Sama dengan kendaraan roda dua yang adu kambing.

Sebagai informasi, di tahun ini, Januari sampai Agustus 2018 Satlantas mencatat sudah sembilan nyawa melayang akibat kecelakaan lalulintas. Sedangkan, 2017 lalu masih lebih tinggi, yaitu menewaskan 17 korban.

“Angka kecelakaan 2018, kami mencatat ada 52 kasus lalu lantas yang terdiri dari sembilan orang meninggal dunia, tiga orang luka berat dan 80 orang luka ringan,” tutur Ridwan.

Sementara itu, untuk kerugian materil yang dialami oleh seluruh korban Lakalantas sampai Agustus 2018, diperkirakan sekitar Rp54.700.000.

Ridwan mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang agar disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas. Terpenting, jangan lupa memeriksakan keadaan kendaraan serta jangan saling mendahului ketika di jalan raya.

“Jangan ada pengendara yang saling mendahului apalagi berlawanan arah dengan menggunakan baju jalan,” ucapnya mengingatkan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here