Surya Paloh Pertahankan Rini

0
728
Nurdin Basirun

Tiga Parpol Pengusung Sanur Pilih Mustofa Widjaja

Ketua Umum Partai NasDem tetap mempertahankan Rini Fitrianti-Isdianto yang diusung sebagai Cawagub Kepri. Sehingga, sulit menghilangkan nama Rini di percaturan politik
Cawagub Kepri.

TANJUNGPINANG – MESKI tiga parpol pengusung Sani-Nurdin (Sanur) yakni Partai Demokrat, PKB dan PPP sepakat mengusung Mustofa Widjaja sebagai Cawagub pengganti Agus Wibowo (AW), namun NasDem tetap mempertahankan Rini-Isdianto.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan Partai NasDem Provinsi Kepri, Fajrin Sihab menegaskan, mereka tetap mengusung Isdianto-Rini Fitrianti sebagai calon Wakil Gubernur Kepri.

”Rini Fitriyanti tak bisa diganti, karena DPP NasDem telah memberikan rekomendasi. Pak Surya Paloh kalau sudah mengatakan A tetap A, tidak bisa B,” kata Fajrin Sihab kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (24/11).

Kata dia, perbedaan dukungan dalam perpolitikan hal biasa dan ia juga tetap menghargai partai pengusung Sanur lainnya. ”Kita hargai perbedaan dukungan. Tetap kita mengusung Isdianto-Rini, sebagai calon Wakil Gubernur Kepri untuk mendampingi Pak Nurdin Basirun,” bebernya.

NasDem tetap memilih Rini karena ada historisnya saat Pilkada Gubernur tahun 2015 lalu. Sejarah itu tidak bisa dilupakan oleh NasDem. Partai NasDem juga berterima kasih kepada DPRD Kepri, telah melakukan proses tahapan pemilihan Wakil Gubernur Kepri. ”Kita berharap dalam waktu dekat ini, sesuai dengan tahapan pemilihan sudah ada Wakil Gubernur Kepri,” bebernya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengaku, sudah menerima surat dukungan dari tiga partai pengusung Sanur yakni Demokrat, PPP, dan PKB yang mengusulkan Mustafa Widjaja sebagai bakal calon pengganti Agus Wibowo (AW).

Namun dukungan tersebut baru setingkat Dewan Pengurusan Wilayah (DPW) provinsi. Oleh karena itu, ia masih menunggu keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) masing-masing partai pengusung untuk mendukung Mustafa Widjaja untuk bersaing di DPRD bersama Isdianto yang sudah ditetapkan sebagai Cawagub oleh DPRD Kepri.

”Sudah kita terima. Tapi itukan masih tingkat DPW. Kita tunggu dulu rekomendasi dari DPP,” jelas Nurdin di RSAL dr. Midiyato Angkatan Laut, Tanjungpinang, Jumat (24/11).

Pengusulan nama Mustofa Widjaja sebagai calon kedua setelah Isdianto, tertuang dalam berita acara dan surat kesepakatan ketiga parpol pengusung tersebut yang diserahkan ke Panitia Pemilihan (Panlih) Pilwagub DPRD Kepri.

Ketua Panlih Wakil Gubernur DPRD Kepri, Hotman Hutapea, membenarkan masuknya surat pengusulan nama Mustofa Widjaja oleh tiga partai politik pengusung ke DPRD Kepri.

Bahkan, kepastian pengusulan Mustafa sebagai Cawagub oleh tiga parpol pengusung tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Pansus Pilwagub DPRD, Surya Makmur bersamaan dengan hasil laporan kinerja Panlih DPRD. Namun, Partai Gerindra, salah satu parpol pengusung Sanur belum menentukan sikap. Tapi sebelumnya, mereka mengusung Fauzi Bahar-Isdianto.

Untuk menetapkan satu nama pengganti AW, Gerindra belum bersikap. Mereka harus bahas di internal dulu. Untuk mendapatkan satu nama pengganti AW, maka lima parpol pengusung Sanur harus menyepakati satu nama. Nama inilah yang akan disampaikan ke DPRD Kepri melalui gubernur. Hingga kini, satu nama itu belum bisa ditetapkan karena lima parpol pengusung belum sepakat satu nama.

Sementara itu, sejak Panlih menetapkan Isdianto sebagai Cawagub tetap, Rabu (22/11) lalu, diminta agar parpol pengusung Sanur mengirimkan satu nama paling lama satu minggu sejak penetapan itu.

Artinya, minggu depan nama itu sudah harus masuk ke Panlih DPRD dan syaratnya sudah harus lengkap. Syarat yang paling sulit disiapkan kandidat nanti adalah surat persetujuan/rekomendasi dari pengurus parpol tingkat provinsi terlebih dari pengurus pusat (DPP).

Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Kepri Arifuddin Djalil menyampaikan, proses pemilihan Cawagub masih sangat alot. Ia mengira, dengan dua pemimpin yang hebat ke depan, mimpi untuk Kepri mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan termasuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan di Kepri lebih baik dan lebih mudah.

”Bagi kami tentu, pihak yang melakukan proses cawagub ini agar dibuka secara transparan. Dan ditentunya dibuka secara transparan ke masyarakat, tentunya kita akan melihat apakah itu sudah sesuai dengan kinerjanya. Tahapan proses pencalonan wagub itu sudah sesuai dan bagaimana dalam hal masa waktunya itu. Ini kan sudah mau sampai dua tahun,” papar Arifuddin.(ABAS-ADI-TUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here