Swalayan Dilarang Jual Gas 3 Kilogram

0
55
Karyawan memindahkan tabung gas 3 kilo dari tumpukan menuju ke mobil di salah satu agen LPG, belum lama ini. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Swalayan yang ada di Tanjungpinang dilarang untuk menjual gas subsidi ukuran 3 kilogram (Kg).

TANJUNGPINANG – Masyarakat diminta agar membeli gas subsidi di pangkalan-pangkalan elpiji yang sudah diberikan izin.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang Desi Afriyanti, kemarin.

Ia menyebutkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinagn sudah sering mengadakan pertemuan dengan pihak agen gas, agar swalayan jangan sampai ada yang menjual gas elpiji. Sebab, kata dia, kalau ada swalayan menjual gas subsidi, melanggar karena mereka belum mempunyai izin menjadi pangkalan gas.

”Swalayan dilarang menjual gas subsidi. Kalau ada kita akan tindak,” ,” katanya Kamis (25/10).

Desi mengatakan, setiap agen gas juga dilarang menjual gas elpiji ke swalayan itu, supaya pangkalan gas yang ada di perubahan masyarakat bisa berkembang. ”Dipangkalan yang di miliki warga di perumahan itu bukan hanya menjual elpiji tetapi mereka menjual sembako lainnya sehingga perekonomian di pangkalan bisa hidup,” sebutnya.

Lanjutnya, penyesuaian Harga Enceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram dari Rp15 ribu menjadi Rp 18 ribu, karena adanya biaya operasional transportasi pendistribusian gas dari agen ke pangkalan semakin membengkak, sehingga jika tidak dinaikan, penyalur dikhawatirkan akan merugi.

”Keputusan menaikan harga gas Elpiji 3Kg ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Desi menuturkan, ke depan pihaknya akan lebih intens melakukan mengawasan harga gas Elpiji 3kg di lingkungan masyarakat, untuk menghindari pengecer menyalahi aturan yang telah disepakati bersama tersebut. ”Ini yang harus diawasi secara ketat oleh berbagai pihak terkait,” ujarnya. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here