SWRO Batu Hitam Tidak Diurus

0
862
Seorang teknisi SWRO Batu Hitam saat memeriksa pipa penyulingan, Kamis (25/1). SWRO hingga kemarin belum juga dioperasikan oleh Pemko.f-andri/tanjungpinang pos

Proyek penyulingan air laut menjadi air minum atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Batu Hitam tidak diurus oleh Pemko Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Proyek ini mulai dibangun pada 2011 sudah selesai dikerjakan pada 2014 silam. Namun, proyek Kementerian PU yang menelan biaya sekitar Rp97 miliar itu tersebut belum bisa dioperasikan sampai saat ini. Proyek ini sudah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang pada 2017 dan direncanakan dioperasikan secepatnya. Nyatanya, pada 2018 Pemko tidak menganggarkan biaya operasionalnya.

Ini bertanda SWRO tetap tidak bisa beroperasi pada tahun ini. Untuk mengoprasikan SWRO diperkirakan butuh biaya sekitar Rp500 juta per bulannya. Biaya ini untuk listrik, obat penyulingan air asin jadi tawar dan lainnya karyawan. Awalnya proyek itu dikerjakan atas usulan Pemprov Kepri. Karena, Pemprov tak mau mengelolanya, akhirnya proyek ini dihibahkan ke Pemko oleh Kementerian PU saat H Lis Darmansyah-H Syahrul masih menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Dana yang dikucurkan Kementerian PU untuk membangun proyek ini mencapai Rp 97 miliar. Pengamat Ekonomi dari UMRAH Tanjungpinang, Rafki Rasyid menyayangkan Pemko Tanjungpinang yang tidak komitmen terhadap SWRO. Padahal, Pemko Tanjungpinang yang menyatakan sanggup

ketika ditawarkan oleh Kementerian PUPR tahun lalu. Kalau memang tak sanggup, kenapa tidak dari awalnya. ”SWRO ini sangat penting bagi Tanjungpinang. Yang sama-sama kita diketahui, bahwa Tanjungpinang sering mengalami kekurangan air bersih,” kata Rafki kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (25/1).

Baca Juga :  Lomba Gerak Jalan Digelar Oktober

Ketika sudah dibangun oleh pemerintah pusat, tegas dia, harusnya dijaga dan dioperasikan dengan sebaik baiknya. Sangat disayangkan sekali, investasi yang lumayan besar itu tidak dinikmati oleh masyarakat khususnya masyarakat Tanjungpinang.

Ini sangat berdampak pada ekonomi. Karena masyarakat Tanjungpinang akan terus kekurangan air bersih. Sehingga membeli air dengan harga tinggi.

Seharusnya, kata dia, Pemko Tanjungpinang mencari cara agar bagaimana SWRO ini segera beroperasi. Jangan melepaskan diri, setelah awalnya menyatakan sanggup mengoperasikan SWRO tersebut. Kepentingan masyarakat untuk mendapatkan air bersih harus diletakkan di atas kepentingan lainnya.

”Pengoperasian SWRO ini akan menimbulkan multiplier effect, bagi kemajuan ekonomi di Tanjungpinang,” ucap dia.

Jika, tidak dioperasikan Pemko Tanjungpinang melepas kesempatan untuk mengelola SWRO tersebut. Harusnya, Pemko Tanjungpinang mengutamakan pengoperasian SWRO dari kepentingan lainnya. Karena air adalah kebutuhan dasar masyarakat.

”Jadi, sangat disayangkan setelah siap beroperasi ternyata tidak dioperasikan oleh Pemko Tanjungpinang,” sebut dia.

Terpisah, Sekda Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan, Pemko Tanjungpinang tetap serius mengoperasikan SWRO. ”Saya lupa berapa besar anggaranya. Coba tanya ke Pak Surjadi ya,” singkat Riono.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan, Pemko Tanjungpinang sudah mengalokasikan anggaran untuk honor petugas dan kebutuhan administrasi UPTD di APBD tahun 2018 sekitar kurang lebih Rp400 juta. Ini salah satu bentuk keseriusan Pemko Tanjungpinang untuk mengoperasikan SWRO tersebut.

Baca Juga :  Sanggar Bintan Telani Juara Pertama

Surjadi mengakui Pemko Tanjungpinang belum mengalokasikan kebutuhan sepenuhnya untuk SWRO di APBD tahun 2018 ini. Karena pada saat itu ada masa transisi pengelolaan SWRO antara Satker APBN dengan Pemko Tanjungpinang.

”Sudah diketuk APBD tahun 2018, baru kebutuhan sepenuhnya untuk SWRO diajukan. Tapi, tenang saja. Kita akan upayakan di APBDP 2018 ini,” ucap dia.

Seingatnya, usulan yang diterimanya untuk kebutuhan SWRO sebesar kurang lebih Rp 2 miliar. Baik itu untuk kebutuhan membayar listrik, beli barang kimia hingga suku cadang SWRO. ”Kalau tak salah saya sekitar Rp 2 miliar gitulah. Ya, mudah-mudahan dianggarkan di APBDP nanti,” sebut dia.

Minta Raza Ariza Bertemu Mendagri
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menilai, SWRO tak mungkin dibiarkan tanpa dioperasionalkan.

Ia mengaku, banyak menerima pertanyaan dari masyarakat terkait kapan SWRO akan dioperasionalkan. ”Apakah itu melalui telpon mapun saat ketemu langsung,” ujarnya.

Rencannya akan melakukan komunikasi dengan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza terkait solusinya. Diantaranya, meminta melakukan komunikasi ke Mendagri, agar membuat suatu Perwako terkait penganggaran operasional SWRO di 2018 ini. ”Ini yang perlu di komunikasikan ke Kemendagri boleh atau tidaknya,’ ujarnya.

Baca Juga :  Cokelat Band Bikin Warga Histeris

Jika tidak bisa, sambung dia maka maksimal dilakukan di APBD Perubahan, dengan melakukan percepatan pembahasan. Secara aspek juga berpotensi menimbulkan kerugian daerah, karena tidak memanfaatkan. Jadi lebih baik segera dioperasionalkan.

SWRO sangat di butuhkan terutama rumah-rumah yang tak memiliki sumur dan juga tak dialiri PDAM Tirta Kepri. Selain itu, di khawatirkan nantinya masuk musim kemarau. Ini perlu diantisiapsi dengan beroperasinya SWRO.

”Dulu Tanjungpinang pernah kemarau agak panjang yang membuat sulit mendapatkan air. Bahkan sebagai langkah mencari solusi. Masa Gubernur Kepri Almarhum HM Sani mau membuat hujan. Jadi jangan sampai kemarau, Pemko harus sudah operasionalkan SWRO, jadi nanti bisa menjadi solusi kebutuhan air warga,” ungkapnya.

Sesuai perkiraan, biaya yang dieprlukan untuk mengoperasionalkan SWRO, senilai Rp500 juta per bulan. Itu sudah termasuk listrik, obat serta biaya tenaga teknis dan pekerja yang mengoperasionalkan.

Meski demikian, dana ini bukan berarti tidak kembali, sebab masyarakat yang menerima layanan membayar. ”Jadi kita tidak bisa pastikan Rp500 juta per bulan itu akan terpakai, bisa saja balik modal, rugi atau bahkan untung. Jadi sudah dijalankan baru nantinya mengetahui,” paparnya.(ANDRI-DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here