SWRO Disubsidi Rp 1 Miliar

0
602
Riono

Mampu Memproduksi 50 Liter per Detik

Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam akan diresmikan hari ini, Selasa (3/4) pukul 09.00 WIB. SWRO ini rencananya akan diresmikan oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Direktur Pengembangan SPAM, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SPAM Tanjungpinang Heri Jumeri, menjelaskan SWRO Batu Hitam mampu memproduksi 2×25 liter per detik. Setelah dioperasikan akan melayani 2.825 pelanggan. SWRO ini dioperasikan lima jam per harinya.

Baca Juga :  Rumah Liar Tempat Mesum Dibongkar

Untuk tarif yang diterapkan ke pelanggan berbeda-beda, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwako). Ada tarif nonsubsidi dan subsidi. Untuk tarif nonsubsidi harganya Rp25.760 per kubik. Sedangkan tarif subsidi Rp15.500 per kubiknya. ”Pak Gubernur didampingi Pak Direktur Pengembangan yang akan me-launching SWRO didampingi para Penjab Pemko Tanjungpinang dan FKPD. Semoga berjalan lancar,” kata Heri Jumeri, kemarin.

Setelah SWRO dioperasikan secara normal, sambung dia secara bertahap pelanggan SWRO akan bertambah. Sebab, pipa utama dan pipa cacing ke pelanggan terutama di kawasan Tanjungpinang Kota sekitarnya telah terpasang dengan pipa induk. Dan, tidak menutup kemungkinan ke depanya, seluruh wilayah di Tanjungpinang, bisa dialiri air bersih bersumber dari SWRO.

Baca Juga :  Pemko Kecewa Terhadap Pemprov

”Secara kita berusaha agar pelanggan baru terus bertambah,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang menambahkan, pengoperasian SWRO sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat. Pemko menganggarkan Rp 1 miliar untuk dana subsidi untuk pengoperasian SWRO tersebut. setelah dioperasikan,

masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sudah teratasi. Harga subsidi Rp 15.500 per kubiknya, sudah dilalui pembahasan yang cukup panjang. Harga ini harga murah dibandingkan warga membeli air bersih melalui tangki mobil atau tangki yang di jual oleh masyarakat kita di pelantar-pelantar memakai kapal. ”Kita minta masyarakat untuk memanfaatkan SWRO untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here