SWRO Mulai Berkarat

0
515
FILTER SWRO: Tim Satker Kementerian PU saat menguji SWRO. F-DOK/TANJUNGPINANG POS

Pemko Belum Bentuk UPT  

Mesin pengelolaan air laut menjadi air minum atau yang dikenal Sea Water Reserve Osmosis (SWRO) di Batu Hitam, Tanjungpinang mulai lapuk karena sudah bertahun-tahun tidak difungsikan dan tidak ada perawatan.

TANJUNGPINANG – Meski aset ini sudah diserahkan Kementerian PU ke Pemko Tanjungpinang, namun belum ada tanda-tanda aset bernilai puluhan miliar ini akan segera dioperasikan.

Pemko Tanjungpinang juga belum ada membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan ditunjuk untuk mengoperasikan dan merawat mesin SWRO.

Mesin SWRO ini tinggal dioperasikannya saja. Anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan Kota Tanjunginang, Rudi Chua mengatakan proyek SWRO ini akan besar sekali mamfaatnya bagi masyarakat Tanjungpinang untuk mengatasi krisis air bersih seperti saat ini.

Dengan dikelolanya SWRO oleh Pemko Tanjungpinang, kata Rudi, ini merupakan langkah maju setelah Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyatakan Pemprov Kepri menolak pengoperasian SWRO.

”Ada beberapa alasan hingga proyek tersebut masih belum bisa dimamfaatkan. Meskipun dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah menyerahkan kepada Pemko Tanjungpinag, tapi Pemko belum membentuk UPT-nya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Rudi, jika UPT sudah dibentuk oleh Pemko, tapi belum tentu juga bisa langsung dioperasikannya. Sebab, apakah dananya sudah disiapkan oleh Pemko Tanjungpinang.

”Sebelumnya almarhum HM Sani membuat surat balasan ke pusat meminta ini ada beberapa poin pertama, biaya untuk operasi di tanggung bersama selama 6 bulan, peninjauan kerjasama, dan yang ketiga adalah masalah kontrak service, tapi ini belum ada penjelasan. Apakah ini disetujui,” tegasnya.

Ia menyarankan, agar UPT nanti berdiskusi dengan PDAM Tirta Kepri dan Kementerian PU.

”Kita harapkan agar segera di operasikan,” tegasnya.

Kata dia, akibat dari SWRO belum dioperasikan, tiga tahun ini bila Pemprov mengajukan dana ke APBN terkait air, selalu di tolak oleh Kementerian PU. Alasannya, hanya, ia bilang satu SWRO saja belum bisa dioperasikan.

”Sejak 2015-2016-2017, kita tidak dapat dana APBN terkait air, termasuk dana untuk pengajukan pipa air,” tegasnya.

Riono, Sekretaris Daerah mengatakan, UPT SWRO sedang dibuat.

”Kemarin sudah ada di meja saja, saya koreksi lagi ada salah. Saya kembalikan ke Dinas PU lagi,” tegasnya.

Kata dia, semoga tahun ini sudah bisa dioperasikan. Karena, Kementerian PU akan memberikan bantuan dana pendamping 6 bulan untuk pengoperasian.

”Soal tarifnya yang sekarang Rp 19.500 per kubik, masih akan dievaluasi,” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang segera mengoperasikan SWRO.

Sehingga ribuan masyarakat yang sudah mendaftarkan dirinya sebagai pelanggan SWRO bisa memanfaatkan serta merasakan air mengalir di rumahnya.

”Sayang kalau tidak segera dimanfaatkan SWRO itu. Karena aset ini berada di kawasan yang sangat strategis di daerah pesisir,” kata Ade Angga.

Belum dioperasikan SWRO, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tanjungpinang ini melihat, Pemko Tanjungpinang tidak ada serius untuk mengelola SWRO tersebut. Sebab, tidak ada langkah yang dilakukan Pemko Tanjungpinang terhadap SWRO tersebut.

Minimal, saran dia, Pemko Tanjungpinang terlebih dahulu menyetujui pengelolaan SWRO kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU), atau bisa jadi dialihkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang.

”Ini yang paling utama. Jadi, jelas pengelolaannya,” tegas dia.

Kalau bicara Pemko Tanjungpinang tidak memiliki anggaran, kader partai berlambang pohon beringin ini menyatakan, tidak mungkin. Karena pemerintah pusat akan menanggung dulu biaya operasional SWRO selama 6 bulan ke depan.

Artinya, Pemko Tanjungpinang sudah tidak usah risau masalah biaya operasional, apabila SWRO dioperasikan dan dialirkan ke rumah masyarakat Kota Tanjungpinang.

”Tapi, saya belum tahu pasti, apakah ada kendala yang dihadapi Pemko Tanjungpinang selama ini,” tegasnya.

Ia harap, tahun ini SWRO sudah bisa beroperasi untuk mengatasi krisis air bersih di Tanjungpinang. Terutama saat musim kemarau tiba.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here