SWRO Mulai Kehabisan Obat Kimia

0
284
Teknisi SWRO Batu Hitam sedang mengecek peralatan SWRO. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Setelah melakukan ujicoba, Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana mengoperasionalkan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam secara maksimal di 2018 ini.

Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SPAM Pemko Tanjungpinang, Heri Jumeri menuturkan, saat ini mereka masih melakukan ujicoba memproduksi dan mendistribusikan air lima jam sehari ke 2.825 sambungan.

Obat kimia yang digunakan sejak awal tahun sampai awal Maret merupakan sisa dari Satker SPAM Kepri yang akhir tahun lalu melakukan ujicoba.

Setelah obat kimia itu habis, ia belum bisa memutuskan bagaimana nasib SWRO. Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga kepada Tanjungpinang Pos, Senin (5/3) menuturkan persoalan SWRO kompleks.

Selain persoalan besaran tarif, mekanisme penyambungan baru yang belum disusun serta biaya operasional yang belum dianggarkan.

”Minggu kemarin saya sudah tanya persoalan SWRO ke Plt UPTD nya Pak Heri. Jawabannya masih menyusun hal-hal teknis seperti mekanisme penyambungan baru. Bahkan masih menunggu penetapan tarif,” ungkapnya.

Ade menyarankan terkait penarikan retribusi air perlu membuat Perdanya. Penyusunannya menurutnya tidak lama. ”Karena ada penarikan uang dari masyarakat perlu adanya Perda. Ini tidak lama, usulan dan pembahasannya bisa melalui alat kelengkapan yaitu di Komisi III,” tuturnya.

Jika ini belum disiapkan, untuk sementara bisa menggunakan Perwako. Persoalan terkait tidak dialokasikan anggaran operasional sangat disayangkan. Jika Pemko tak bersedia mengalokasikan bisa melobi Satker SPAM sejak tahun lalu.

”Kemarin Satker SPAM pernah janji akan bantu operasional enam bulan. Apakah ini berhasil dikomunikasikan atau tidak belum diketahui,” ucapnya.

Ia berharap SWRO bisa dioperasionalkan dengan harga terjangkau. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here