SWRO Penyengat Segera Dioperasikan

0
606
AIR BERSIH: Warga saat melihat tabung pengelolaa air bersih di Pulau Penyengat F-Suhardi/Tanjungpinang Pos

Instalasi penyulingan  air sumur bor menjadi air minum di Kampung Bulang RT 02/04 Pulau Penyengat akan dioperasikan Februari ini. Para pekerja direkrut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungpinang, akan mendapatkan pelatihan dari Satker SPAM Kepri.

Senggarang – Hal ini dikatakan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasnyah, usai mengadakan rapat tertutup dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satker Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kepri, Farid beserta jajarannya, Kamis (9/2) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Juga hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Tanjungpinang, H Surjadi, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungpinang, Amrialis bersama Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PU, Irfan serta Staf Ahli Pembangunan Robert Pasaribu.

”Pemko sudah mengajukan surat pinjam pakai lahannya ke Provinsi Kepri. Kami masih menunggu jawabannya. Jadi tergantung Pak gubenur lagi ini,” kata Lis Darmansyah.

Harga air nanti, sekitar Rp 2 ribu per galon. Harga ini sudah melalui pembehasan bersama masyarakat yang difasilitasi pihak kelurahah.

Lis menilai harga ini sudah cukup terjangku atau murah dibanding harus membeli air galon pada umumnya dengan harga tinggi.

”Umumnya, air per galon sekitar Rp 5 – 8 ribu, jadi sudah lebih murah jika Rp 2 ribu per galon,” tegasnya.

Warga Penyengat sering terjadi kekurangan air, terutama pada musim kemarau. Jikapun ada air sumur biasanya rasanya berubah menjai payau (agak asin).

Dengan beroperasinya SWRO di Pulau Penyengat, dapat menjawab kebutuhan masyarakat tertutama terkait air siap minum.

”Ini bukan sea water lagi, karena sumbernya bukan dari air laut melainkan dari sumur bor. Tetapi masyarakat sudah terbiasa menyebut SWRO. Ia optimis dengan menunggunakan sumur bor, sumber airnya lebih bagus dan mudah dikelola menjadi air siap minum,” tuturnya.

Sedangkan Tenaga yang akan mengoperasikan teknologi ini, ada 9 orang dan akan dilatih, Kamis (16/2) mendatang. Pelatihan diperkirakan tidak memakan waktu yang lama karena terkait pengelolaan, maintenance ringan serta lainnya.

”Biasanya tidak lama pelatihannya, kisaran dua hari. Tetapi tergantung dari orang-orangnya juga, kami siap melatih sampai bisa,” papar Farid.

Secara keseluruhan, mesin instalasi penyulingan air tersebut sudah siap untuk difungsikan. Hanya saja, ada beberapa pemberkasan yang perlu disiapkan Pemko baru bisa dioperasionalkan. Sudah dibangun tiga depot air di tempat yang berbeda.

Satu di antaranya di RW 4 tepatnya di kawasan Sumur Putri, RW 2 di kawasan Balai Kota berdampingan dengan Kampung Datok serta RW 5 di kawasan Mahkam Raja Jafar.

Melalui depot air inilah nantinya masyarakat memperoleh airnya. Jadi tidak langsung dialiri menggunakan pipa langsung ke rumah warga. Penjualan air sendiri akan menggunakan galon isi ulang.

Selain depot air, disediakan juga dua konter water filter. Dengan alat ini, hasil airnya tidak perlu dimasak lagi, untuk membutuh kuman-kkuman, namun sudah dapat langsung diminum.

Satu alat terletak di kawasan Kantor Lurah Penyengat dan Balai Adat. Tujuannya, agar para pengunjung yang datang dapat langsung menikmati air.

”Secara keseluruhan sudah dapat difungsikan,” paparnya.

Mesin itu nantinya belum menjadi aset Pemko. Ini sifatnya hanya pinjam pakai. Dengan demikian, jika ada alat yang rusak masih menjadi tanggung jawab Satker SPAM Kepri tersebut.

Sumber tenaga penggerak pengelolaan air sumur menjadi air siap minum solar cell atau konversi cahaya sinar matahari.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here