Syahbandar Tak Berikan Izin Berlayar

0
700
Seorang warga mengamati 3 truk yang diduga bermuatan limbah B3 saat parkir di wilayah Pelabuhan ASDP Roro Tanjunguban, Rabu kemarin. F-JENDARAS/TANJUNGPINANG POS

Truk Pengangkut Limbah B3 Ditahan di Pelabuhan Roro

TANJUNGUBAN – Syahbandar Tanjunguban tidak memberikan izin berlayar dan menahan 3 truk yang diduga pengangkut limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), di pelabuhan roll on roll off (roro), sejak empat hari lalu. Tiga truk tersebut masih parkir di pelabuhan ASDP roro Tanjunguban hingga, Rabu (7/2) kemarin.

Seorang sumber di lokasi menyebutkan, limbah B3 yang ada dalam truk tersebut berbahaya dan rawan meledak, jika ada gangguan atau sejenisnya. ”Itu sudah lama diparkir, ini kan bukan parkiran yang mendapatkan izin Tempat Penitipan Sementara (TPS). Kalau meledak dan terbakar serta mencemari lingkungan dan laut, kan bahaya,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, kemarin.

Dari bungkus terpal dan truk tersebut, lanjutnya, diduga limbah B3 tersebut tidak memiliki izin segel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sehingga patut dipertanyakan izin limbah B3 tersebut.

”Infonya Syahbandar tak kasih nyeberang dan ditahan di sini. Namun kalau bisa ya jangan diparkir di sini, tapi ipulangkan saja ke lokasi awalnya. Lagian ini demi keamanan bersama,” katanya.

Yunan, Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan ASDP Tanjunguban yang dikonfirmasi membenarkan, pihaknya tidak memberikan izin berlayar. Karena pihak pengurus limbah tersebut tidak memiliki dokumen yang lengkap.

”Ini kan harus ada izinnya, dan pelayaran khusus. Agar dapat menyeberang antarpulau. Kalau tidak lengkap, kami tidak dapat izinkan untuk berlayar, karena akan membahayakan pihak kapal,” katanya.

Soal keberadaan 3 truk tersebut, Yunan membantah menahan truk tersebut. Menurutnya, pihak ASDP yang tahu, karena yang pihak paling berwenang terhadap parkiran.

Terpisah, Astuni Supervisor ASDP Tanjunguban yang dikonfirmasi justru mengatakan, 3 truk tersebut merupakan wewenang Syahbandar. Hal tersebut, karena pihak Syahbandar yang tidak memberikan Surat Izin Berlayar, dan 3 truk tersebut terparkir di wilayah ASDP.

”Kalau truk limbah ini, kan main parkir saja. Mereka tidak ada melapor ke kami, untuk parkir. Saya juga sudah ingatkan kepada penjaga keamanan, agar memberitahu sopir untuk memindahkan truk tersebut dari wilayah ASDP,” ujarnya.

”Karena parkiran ASDP, tidak ada izin penitipan limbah dan keberadaan truk juga membahayakan sekitarnya. Kalau ada yang lewat terus lempar puntung rokok gimana, bisa terbakar dan meledak,” sambung Astuni. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here