Syahrul Resmikan Rumah Singgah di Batam

0
523
Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul didampingi wakilnya, Hj Rahma meresmikan rumah singgah dan operasional bagi pasien tak mampu di Batam, Sabtu (10/11) pagi. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Masyarakat Tanjungpinang yang di rujuk ke rumah sakit di Batam, bisa menikmati fasilitas rumah singgah dan satu unit mobil operasional.

Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul didampingi Rahma serta Asisten I Pemko Tanjungpinang, Ahadi meresmikan rumah singgah di Batam, Sabtu (10/11) pagi.

Rumah singgah tersebut terletak di Perumahan Muka Kuning Indah 2, Blok U, nomor 4, Kelurahan Bulang, Kecamatan Batu Aji, Batam.

Semua ini disediakan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang untuk meringankan beban pasien dan keluarga pasien.

Kadinkes Tanjungpinang, Rustam menuturkan, rumah singgah itu diprioritaskan bagi keluarga Tanjungpinang yang tidak mampu.

Fasilitas rumah tersebut, terdiri dari lima kamar lengkap dengan kipas angin, dapur untuk memasak, dispenser, kulkas serta rak sepatu. Pemko juga menyediakan asisten rumah tangga untuk membersihkan lingkungan rumah.

“Melalui rumah singgah diharapkan sudah meringankan beban pasien dan keluarga pasien yang di rujuk ke Batam,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Menurutnya, pasien dan keluarga pasien juga akan merasa lebih nyaman karena di Pelabuhan Punggur, Batam sudah ada yang jemput.

Bila dijadwalkan ke rumah sakit, supir juga akan mengantar. Setelah itu, apakah akan kembali ke rumah singgah atau diantar kembali ke pelabuhan sesuai kebutuhan pasien bersangkutan.

Terkait cara mendapatkannya, Kabid Pelayanan Dinkes Tanjungpinang, Rosniwati menuturkan, sama seperti mendapatkan bantuan dari dana pemeliharaan yang disediakan.

Pertama, pasien atau keluarga pasien melakukan koordinasi dengan Dinkes Tanjungpinang. Setelah itu, petugas dari Dinskes yang akan menghubungi supir untuk menjemput di pelabuhan Punggur dan penjaga rumah singgah di Batam.

Ia menuturkan, bagi pasien pertama itu perlu agar Disnkes mengetahui biodata pasien. Bagi pasien sudah berulang maka koordinasi sudah lebih mudah.

Ditambahkannya, dana pemeliharaan bagi masyarakat tak mampu tetap ada. Hanya saja, bagi pasien yang di rujuk ke Batam item yang dibantu akan berkurang.

Dari sebelumnya ada biaya penginapan dan biaya transportasi darat, maka kedepannya hanyabbiaya transportasi laut dan biaya makan.

Dituturkannya, bagi pasien yang di rujuk ke Jakarta atau lainnya masih akan menerima item dana pemeliharaan yang sama. Khusus Batam berkurang karena sudah ada rumah singgah dan mobil operasional.

“Kurang lebih gambarannya demikian, jadi dana pemeliharaan kesehatan tetap ada hanya item yang diberikan nanti sudah berkurang bagi pasien di rujuk di Batam,” ucapnya.

Syahrul mengatakan, sangat bersyukur rumah singgah ini dapat diresmikan. Menurutnya ini merupakan janji yang ia sampaikan pada saat masa kampanye beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan wujud realisasi dari janji politik saya beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah, rumah singgah ini sudah dapat difungsikan untuk masyarakat Kota Tanjungpinang yang di rujuk ke rumah sakit di Kota Batam.” Ungkapnya.

Rahma berharap pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat terus meningkat, bukan hanya secara medis namun juga penunjang lainnya.

Dituturkannya, setelah ini, tahun depan rencananya akan membuka rumah singgah di Jakarta.Terkait lokasi masih akan dicari bersama OPD terkait.

“Kami bersama Pak Syahrul akan fokus membangun kesehatan meskipun masih banyak yang perlu dibenahi,” tuturnya.

Sesuai janji kampanye akan membuat sistem online pelayanan di RSUD, hal ini tentu ditunggu masyarakat yang harus direalisasikan.

Rustam menuturkan, dalam peresmian itu hadir juga aktivis kanker, Kadinkes Batam, perwakilan manajemen RSUD Embung Fatimah Batam, perwakilan kelurahan setempat dan Ketua RW RT setempat.

Turut serta hadir Kepala Perlindungan Anak Pemko Tanjungpinang, Ahmad Yani serta beberapa lainnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here