Syahrul Resmikan SDN 017 Tanjungpinang Timur

0
427
Dari kanan, Dadang, H Syahrul, Maskur Tilawahyu, Rahma dan Riono saat peresmian SDN 017 Tanjungpinang Timur, Senin (7/1). f-Martunas/tanjungpinnag pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul meresmikan SDN 017 di Perumahan Alam Tirta Lestari (ATL) di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (7/1). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Sekolah ini dibangun di atas lahan 3.050 meter persegi yang merupakan hibah dari Suryono, pimpinan Sinar Bahagia Group, developer terbesar di Kota Tanjungpinang. Sementara anggaran pembangunanya dari APBN melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Saat peresmian itu, Syahrul didampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma, Sekdako Tanjungpinang Riono, Ketua Komisi I DPRD kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG, Ngatijo Plt Kepala SDN 017, Triyono GM Sinar Bahagia Group mewakili Suryono yang kemarin berada di luar negeri.

Maskur Tilawahyu salah satu anggota dewan yang aktif ikut memperjuangkan pembangunan sekolah hingga ke pusat. Saat peresmian kemarin, Maskur juga berperan aktif mendatangkan empat unit tenda untuk acara peresmian tersebut. Karena itu, Disdik, orangtua siswa dan pihak sekolah turut berterimakasih kepada Maskur.

Hadir juga Rais, Ketua Komite Sekolah SDN 017. Ia mengatakan, persiapan acara itu sebagian bantuan Maskur Tilawahyu, Disdik dan orangtua siswa. Ia bangga dan senang dengan orangtua siswa yang bahu membahu mempersiapkan kebutuhan acara tersebut.

H Syahrul dalam kata sambutannya mengatakan, dengan dioperasikannya sekolah itu, maka sudah membantu mengurangi persoalan pendidikan di Tanjungpinang terutama di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang penduduknya sangat padat.

Keberlangsungan pendidikan, kata pria yang akrab dipanggil Ayah itu, tergantung dua hal yakni sarana prasarana dan tenaga pendidik (guru) serta tenaga kependidikan. Untuk para guru, Syahrul meminta agar bisa mendidik dan membina siswanya.

Kata dia, lulusan nonsarjana pun bisa mengajar, namun belum tentu bisa mendidik dan membimbing siswa. Guru harus bisa membedakan antara mengajak dan mendidik sekaligus membimbing.

”Di lagi Mars Korpri sudah disebutkan bahwa tugas guru adalah mendidik dan membimbing. Karena itu, kepada para guru-guru didik dan bimbing anak-anak kita ini,” ujar Syahrul.

Kemudian, Syahrul juga meminta semua pihak termasuk orangtua siswa atau masyarakat untuk sama-sama membangun pendidikan di kota ini. Tanjungpinang dalam rencana pembangunan ke depan harus dikembalikan menjadi Kota Pendidikan.

Dulu, Tanjungpinang merupakan kota pendidikan. Kota tujuan para orangtua dari daerah lain untuk menyekolahkan anaknya. ”Yang sekolah ke Tanjungpinang ini (dulu) dari Pekanbaru, Sumbar dan daerah lainnya. Kita harus kembalikan itu,” jelasnya.

Kemudian, Syahrul juga mengatakan, Pemko sedang mendata seluruh kekurangan sekolah-sekolah di Tanjungpinang untuk dibenahi satu per satu. Yang sulit diselesaikan nanti adalah kekurangan guru.

Sebelumnya, Tanjungpinang kekurangan sekitar 500 orang guru. Saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun lalu, yang diusulkan untuk formasi guru adalah 200 orang. Namun yang lulus 162 orang.

”Masih ada kekurangan guru 300 hingga 400 orang. Untuk menutupinya, maka diangkatlah guru honor. Kadang, guru honor itu ada yang bergelar SH, SE, SiP. Bukan dari keguruan. Karena mereka tak kerja, akhirnya mengajar. Namun, kita juga berterimakasih kepada mereka masih mau mengajar anak-anak kita,” bebernya.

Syahrul juga berterimakasih kepada Suryono karena selama ini telah banyak membantu dunia pendidikan di kota ini. ”Kalau dalam Islam, mengibahkan lahan untuk pendidikan, selagi lahannya dipakai, maka berkatnya akan terus sampai akhirat. Mudah-mudahan, Pak Suryono selalu dapat berkat,” doa Syahrul.

”Saya tahu, Pak Suryono bukan hanya menghibahkan lahan sekolah ini. Pak Suryono juga menghibahkan lahan pembangunan SMPN 016 juga di Tanjungpinang Timur ini. Semoga Pak Suryono masih ada lahan untuk dihibahkan dalam pembangunan sekolah,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, anggaran pembangunan sekolah itu dari APBN. Jika dulu namanya block grant, sekarang namanya menjadi bantuan pemerintah.

”Pak Ngatijo merupakan Ketua P2US (Panitia Pembangunan Unit Sekolah) sekaligus kita angkat menjadi Plt Kepada SD ini. Mana Pak Ngatijo, silahkan berdiri di sini,” ujar Dadang sambil memperkenalkan Ngatijo seraya mengatakan kepala sekolah definitif setelah pelantikan nanti.

”PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan)-nya langsung orang kementerian. Pengawasnya juga orang kementerian. Ketua P2US-nya baru Pak Ngatijo. Sistemnya begitu sekarang pak wali,” ujar Dadang di hadapan Syahrul.

Maskur mengatakan, sebagai sekolah baru, pihak sekolah itu belum menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sehingga belum ada biaya-biaya yang tersedia. Karena itu, dirinya berusaha ikut membantu acara itu agar lancar.

Sebagai sekolah baru yang terus diawasinya sejak awal pembangunan, Maskur Tilawahyu selalu konsen dengan perkembangan sekolah itu.

”Saya dengar dari salah satu orangtua siswa, mereka sudah menempati sekolah ini. Makanya saya ingin melihat kondisinya. Kebetulan ada pertemuan orangtua siswa dalam pemilihan komite sekolah,” kata Maskur, Sabtu (5/1) saat berkunjung ke sekolah itu.

”Di awal tahun ini, ada hadiah spesial untuk bapak/ibu sekalian. Anak-anak kita sudah menempati sekolah baru. Inilah putra-putri kita angkatan pertama yang akan lulus dari sekolah ini. Kita harus yakin, sekolah ini harus yang terbaik ke depan. Harus jadi sekolah favorit,” kata Maskur yang disambut tepuk tangan puluhan orangtua siswa.

Hadir juga para kepala sekolah SD dan SMP se-Tanjungpinang, dari Dinas Pendidikan Pemrov Kepri dan orangtua siswa.(mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here