Syahrul Tolak HET Baru Elpiji

0
94
H Syahrul

Berkas Tarif Baru LPG 3 Kg Sudah di Meja Pj Wako

Wali Kota Tanjungpinang terpilih di Pilkada Tanjungpinang H Syahrul menolak rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas subsidi 3 kilogram.

TANJUNGPINANG – Saat menjadi Wakil Wali Kota Tanjungpinang lalu, ia ikut membahas HET gas 3 kilo. Dan, ditetapkan saat itu HET Rp15 ribu per tabung. Ia heran kenapa perusahaan minta HET naik lagi. Tiga agen pemasok gas meminta kepada pemerintah agar HET naik jadi Rp18 ribu per tabung dari sebelumnya Rp15 ribu per tabung. Kenaikannya Rp3 ribu pertabung. Ketiga perusahaan yakni PT Bumi Kharisma Pratama, PT Mulia Bintan Sejahtera dan PT Adri Jasya Sakti.

Surat usulan kenaikan HET gas sudah di meja Pj Wali Kota Tanjungpinang H Raja Ariza. Kondisi sekarang, meskipun HET gas Rp15 ribu tapi masyarakat tetap membeli gas di atas HET. Harganya ada harga Rp 19 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung. Masyarakat khawatir bila HET jadi naik Rp18 ribu per tabung, harga gas 3 kilo di pangkalan bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per tabung. Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga meminta agar Pj Wako dan calon Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul, menolak kenaikan HET gas subsidi tersebut. Karena, tiga perusahaan dan pemerintah belum menjelaskan apa alasan mereka menaikkan HET gas tersebut.

”Saya sebagai Wakil Ketua DPRD dan ketua tim pemenangan Sabar (Syahrul-Rahma) menyarankan agar Pak Syahrul menolak kenaikan HET gas tersebut ditengah ekonomi yang belum stabil,” kata Ade Angga, kemarin.

Sementara itu, H Syahrul mengatakan belum bisa berbuat banyak soal rencana kenaikan HET gas. Namun, memberikan sinyal akan menolaknya bila masyarakat menolaknya. ”Setahu saja HET gas di Tanjungpinang Rp15 ribu, kenapa naik di daerah kita, daerah lainnya tidak ada naik,” kata Syahrul, kemarin.

Kata Syahrul, saat dirinya masih menjabat Wakil Walikota Tanjungpinang pernah membahas kenaikan HET gas LPG 3 kilogram. ”Suasana dulu dengan sekarang berbeda, sehingga tidak memberatkan masyarakat dan jangan sampai menambah beban pemerintah,” sebut dia.

Katanya, terkait persoalan rencana kenaikan HET gas LPG 3 kilogram yang sudah diajukan mencapai Rp18 ribu, ia belum bisa berbuat banyak, karena belum menjadi Wako. ”Kalau Ayah sudah dilantik, baru kita ambil keputusan. Karena sekarang Ayah tidak bisa memutuskan itu. Pasalnya, Ayah belum dilantik sebagai Walikota Tanjungpinang,” sebut dia.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza belum mau meneken SK kenaikkan tersebut, karena perlu dibahas kembali. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here