Syamsul Bahrum Paling Berpeluang

0
651
Syamsul Bahrum

Kandidat Penjabat Wako Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Desas-desus siapa Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, mulai 17 Januari 2018 mendatang sudah mulai terdengar. Syamsul Bahrum Ph.D, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri disebut-sebut kandidat kuat yang akan menggantikan H Lis Darmansyah untuk beberapa bulan sampai wali kota terpilih dilantik. Masa jabatan Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul akan berakhir, 17 Januari mendatang setelah mereka dilantik, 17 Januari 2013 lalu. Masa kerja 5 tahun mereka sudah berakhir.

Penentu nama penjabat Wali Kota Tanjungpinang tetap di tangan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan atas persetujuan Mendagri, Tjahjo Kumolo. Prosedurnya, Gubernur akan mengusulkan tiga nama ke Mendagri sesuai persyaratan yang diminta. Salah satunya, minimal Eselon II dan golongan 2A. Di Pemprov Kepri, semua kepala dinas dan kepala badan sudah golongan 2A. Sedangkan di Pemko Tanjungpinang, hanya Sekdako yang golongan 2A. Sedangkan kepala dinas, kepala badan masih golongan 2B. Dari tiga nama yang sudah dikirim nanti ke Mendagri akan dipilih satu orang. Kemudian dikeluarkan SK serta dilantik Gubernur.

Soal tiga nama yang akan dikirim Gubernur ke Mendagri, Nurdin Basirun sendiri masih belum terbuka. Saat ditanya wartawan koran ini belum lama ini, Gubernur mengatakan, menentukan Wali Kota Tanjungpinang tidak perlu tergesa-gesa. Apalagi, untuk penjabat wali kota tidak melalui pemilihan rakyat. ”Tinggal kirim tiga nama aja nanti. Orangnya banyak yang layak. Wartawan memang pintar cari isu. Belum bisa sekarang diumumkan,” ujar Nurdin saat ditanya wartawan koran ini terkait tiga nama.

Beredar informasi, bahwa tiga nama yang akan diusulkan Gubernur ke Mendagri nanti adalah Raja Ariza, Asisten I Bidang Administrasi Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum Asisten II Pemprov Kepri dan Hasbi Asisten III Pemprov Kepri. Dari tiga nama ini, Syamrul Bahrum dinilai paling tepat memimpin Tanjungpinang. Selain pengalamannya sudah memegang banyak jabatan sejak masih di Pemko Batam hingga Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum sendiri merupakan warga Tanjungpinang yang lahir di Penyengat dan istrinya juga warga Penyengat.

Syamsul Bahrum yang merupakan doktor lulusan Australia ini saat ditanya tentang dirinya salah satu kandidat wali kota Tanjungpinang, ia mengatakan, semua akan terjadi jika Sang Maha Pencipta menghendaki. ”Insya Allah, jika Allah menghendaki. Semua proses. Kita sama-sama harus sukseskas penyelenggaraan Pilkada Tanjungpinang. Kalau yang mengusulkan nanti, Pak Gubernur ke Mendagri,” katanya singkat melalui SMS.

Sedikit tentang masa kecilnya, Syamsul Bahrum pindah ke Teluk Keriting setelah TK. Saat ini, rumah kecilnya masih ada di Teluk Keriting. Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan Gubernur Kepri, Ahars Sulaiman menyampaikan, pihaknya mengusulkan putra daerah Tanjungpinang. Sebut saja, Syamsul Bahrum dan Raja Ariza. Mereka dinilai sudah teruji dan memiliki pengalaman yang cukup baik untuk memimpin roda pemerintahan Tanjungpinang, pasca terjadi kekosongan nantinya. ”Kami pasti usulkan pejabat asisten lah, karena tak banyak yang kosong, kan,” ujar politisi PPP Kepri tersebut kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (1/8) kemarin.

Meskipun demikian, Syamsul Bahrum maupun Raja Ariza yang disarankan menjadi penjabat wali kota nanti, tentu semua hasil keputusan dan pertimbangan tertuang sepenuhnya oleh kebijakan Gubernur Nurdin. ”Kami hanya menyarankan saja. Sama halnya dengan ada dua belas kepala OPD yang kami nilai perlu dirotasi, semua pak Gubernur yang memutuskan,” tuturnya. ”Saat ini mungkin Pak Gubernur belum bisa membahasnya, karena belum ada pengajuan atas berakhirnya masa jabatan itu,” timpal Ahars.

Raja Ariza enggan membicarakan hal itu. Menurut dia, kewenangan untuk menentukan itu adalah merupakan hak proregatif Gubernur. Dirinya sebagai bawahan jika ditunjuk nantinya, mau tidak mau harus siap melaksanakan tanggung jawab yang diberikan.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun belum bisa membuat keputusan. Menurutnya, penunjukan penjabat wali kota akan dilakukan mendekati berakhirnya masa jabatan Lis-Syahrul nanti. Meskipun demikian, pejabat yang ditunjuk adalah yang terbaik. ”Meskipun hanya beberapa bulan menjabat sebagai Penjabat Wali Kota, tetapi punya tanggung jawab besar. Tentu harus pejabat yang benar,” ujar Gubernur Nurdin. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here