Syahrul Diundang Berkunjung Ke Dubai

0
320
H Syahrul

TANJUNGPINANG – Tanjungpinang dicanangkan sebagai pilot project pengimplementasian manajemen pengelolaan sumberdaya terpadu kota-kota di Asia (The Urban Nexus). Melalui kerja sama tersebut, di Tanjungpinang rencananya akan dibangun teknologi Vacuum Sewer Waste Collection (Proses pengelolaan limbah dan selokan) di daerah di Senggarang serta sistem energi pembuangan akhir di TPA, Ganet.

Untuk melihat teknologi tersebut secara langsung, tiga orang perwakilan Pemko Tanjungpinang diundang ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Pertemuan itu dibiayai German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) yang dilaksanakan GIZ merupakan perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman dan bekerjasama dengan UNESCAP.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, Surjadi menuturkan, dari Tanjungpinang yang nantinya pergi yaitu Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul SPd serta didampingi ia sendiri beserta Kabid Infrastruktur Bappelitbang Tanjungpinang, Heny.

”Kami bertiga nantinya yang pergi. Tapi perlu dicatat, bahwa seluruh biaya mulai dari tiket, penginapan, makan dan biaya transportasi selama di Dubai ditanggung pihak penyelenggara yaitu GIZ,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (14/10).

Dijadwalkan, mereka akan berada di Dubai sekitar empat hari, 5-8 November mendatang. Ia menuturkan, Dubai merupakan salah satu negara yang sudah menerapkan teknologi vacuum sewer tersebut.

Menurutnya, teknologinya seperti pengelolaan limbah kotoran di pesawat, dapat menghemat penggunaan air. ”Bila teknologi itu bisa diterapkan, nantinya lingkungan di
Senggarang bisa lebih terjaga,” ucapnya.

Meski demikian, ia menjelaskan teknologi itu tidak bisa serta merta langsung diterapkan di Tanjungpinang. Pemerintah pusat melalui Kementerian PU, harus menguji sistem itu terlebih dahulu.”Pertemuan itu nantinya juga mengajak dari Kementerian PU, jadi mereka juga mendapat penjelasan mengenai teknologi yang akan diterapkan di Tanjungpinang itu,” paparnya.

Jika melalui ujicoba di pusat dinyatakan layak, maka Tanjungpinang akan menjadi pilot project di Indonesia penerapan sistem vacuum sewer.”Jadi pada prinsipnya kita pun menunggu kapan akan diterapkan,” paparnya.

Setelah itu, direncanakan, 14-16 November akan ada pertemuan anggota Urban Nexus di Bangkok. Dijadwalkan, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma yang mengikuti rapat
tersebut. ”Terkait biaya perjalanan di sana pun gratis, dibiayai penyelenggara,” paparnya.

Untuk diketahui, 26 September 2018 lalu, rombongan GIZ bertemu dengan pemerintah Tanjungpinang di Kantor Bappelitbang Tanjungpinang, Basuki Rahmat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here