Taat Pajak Itu Menguntungkan

0
667
Yulicia Cancer Sinsih

Oleh: Yulicia Cancer Sinsih
Mahasiswi: Ilmu Administrasi Negara, Umrah Tanjungpinang

Pajak adalah kontribusi wajib rakyat kepada negara yang terutang, baik sebagai orang pribadi atau badan usaha yang bersifat memaksa berdasarkan undang – undang. Pembayaran pajak merupakan perwujudan peran serta wajib pajak untuk ikut secara langsung melaksanakan pembiayaan negara dan pembangunan Nasional. Membayar pajak merupakan kewajiban dari setiap dari warga negara untuk ikut berpartisipasi dan berperan terhadap pembangunan Nasional.

Betapa banyaknya di Indonesia pemilik kendaraan, dari yang biasa saja sampai mewah. Demikian juga dengan pemilik bangunan – bangunan kecil sampai besar tapi sangat banyak juga penunggak pajak di Indonesia. Karyawan sampai pejabat, mau orang biasa saja sampai orang kaya sekalipun juga termasuk salah satunya masih banyak yang malas bayar pajak. Mengapa banyak sekali penunggak – penunggak pajak? kelalaian karena kesibukan, belum balik nama, merasa sudah menggunakan jasa sehingga semua beres, dan sengaja karena merasa ada yang melindungi, bisa menyogok petugas.

Baca Juga :  SMKN 1 Memburu Prestasi Tingkat Nasional

Seharusnya pemilik barang – barang mewah harusnya lebih sadar akan pajak apalagi secara ekonomi lebih mampu, dan harusnya kepatuhannya terhadap pajak harusnya lebih tinggi. Memang kesadaran dan kepedulian masyarakat wajib pajak sangat sulit untuk diwujudkan. Masyarakat dituntut untuk melaksanakan kewajiban ke Negaraan dengan membayar pajak secara sukarela dan penuh kesadaran terhadap wajib pajak, sebagai aktualisasi semangat gotong – royong atau solidarotas Nasional untuk membangun perekonomian Nasional.

Sampai sekarang diketahui masyarakat taat pajak masih belum mencapai tingkat dari yang diharapkan. Masyarakat masih kurang percaya terhadap keberadaan pajak, karena merasa pajak sama dengan pungli, membayarnya juga sering mengalami kesulitan. Namun masih ada upaya yang dapat dilakukan sehingga masyarakat sadar sepenuhnya untuk membayar pajak dan ini bukan hal yang mustahil untuk membuat masyarakat akan kesadaran taat pajak, karena masyarakat memang harus memiliki kesadaran sendiri untuk membayar pajak, agar membayar pajak akan dilakukan dengan secara sukarela bukan keterpaksaan.

Baca Juga :  Pulau Penyengat Objek Wisata yang Melegenda

Sama halnya dengan perekonomian rumah tangga, perekonomian negara juga harus ada sumber – sumber penerimaan dan pos – pos pengeluaran. Pajak merupakan 70% sumber utama pendapatan penerimaan Negara dibanding dengan seluruh penerimaan negara. Tanpa pajak sebagian kegiataan Negara akan sulit terlaksana.

Penggunaan dana pajak dilakukan untuk pembangunan umum, seperti : jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/ puskesmas, dan kantor polisi dibiayain dari pajak. Pembangunan infrastuktur, biaya pendidikan, biaya kesehatan, subsidi baha bakar (BBM) dan pembangunan fasilitas publik semua dibiayain pajak. Semakin banyak orang yang membayar pajak maka semakin banyak fasilitas dan infrastruktus yang dibangun.

Baca Juga :  Profesi Guru Kurang Diminati

Semakin maju masyarakat dan pemerintahanya, maka semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Dapat kita lihat masyarakat maju sudah merasakan manfaat dari membayar pajak, seperti bidang kesehatan, pendidikan, sosial, maupun bidang sarana dan prasarana transportasi yang cukup maju. Dan bagi mereka yang kurang mampu tersedianya pelayanan medis gratis, sekolah murah, jaminan sosial, maupun transportasi modern menjadi bukti bahwa pemerintahnya mampu mengelolah dan mengatur dana pajak dengan baik.

Maka dari itu jika masyarakat Indonesia sadar akan membayar pajak maka Indonesia akan menuju kesejahteraan yang selama ini diharapkan. Karena pajak menjadi pendapatan utama Negara yang diperuntukkan dan dikelolah dengan Transparan dan Akuntabel bagi kepentingan masyarakat sendiri. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here