Tagor Dituding Perlambat SK UMS Batam

0
722

Buruh Batam Demo di Kantor Gubernur 

DOMPAK – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Provinsi Kepri Tagor Napitupulu diminta mundur para buruh yang berasal dari Kota Batam. Tagor dinilai sengaja memperlambat Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kota Batam 2017.

”Kami minta kepastian sebelum lebaran,” tegas Panusunan Siregar salah satu koordinator lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Dompak, Jumat (26/5).
Pantauan di lapangan, para peserta aksi tidak dapat bertemu dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Melainkan, Kadisnaker Kepri Tagor yang langsung turun ke depan para aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa berlangsung damai meskipun kantor Gubernur Kepri sejak pagi sudah di padati petugas kepolisian dari resort Tanjungpinang. ”Tagor hanya umbar janji, lebih baik mundur saja dari jabatannya,” ucap salah seorang peserta unjuk rasa lainnya.

Tak lama aksi di depan gedung berlangsung, 10 peserta aksi diberikan kesempatan berdiskusi di ruang rapat Sekdaprov lantai 4. Di dalam ruang rapat tersebut, Tagor yang terlihat memimpin rapat berjanji akan mengabulkan permintaan yang dituntut para pengunjuk rasa.

”Penandatangan SK ini bukan sembarangan, butuh kajian dan sebagainya. Belum lagi terbentur dengan agenda pak Gubernur,” tegasnya

Setelah mendengarkan pandangan dari perwakilan pengunjuk rasa, akhirnya Tagor berjanji pada 10 Juni mendatang, SK UMS Kota Batam yang dituntut para pengunjuk rasa, dia pastikan akan diteken Gubernur.

”Doain saja, sebelum tanggal 10 Juni sudah di tandatangani,” tegas Tagor. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here