Tahun 2030, Tanjungpinang Bebas TBC

0
839
FOTO BERSAMA: Rustam bersama peserta Workshop Road Map Penanggulangan TBC.F-ISTIMEWA

Banyak tantangan yang dihadapi saat Kota Tanjungpinang memerangi Tuberkulosis (TB) atau masyarakat menyebutnya TBC. Pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk membebaskan dari TB pada 2030 mendatang.

TANJUNGPINANG – Demikian disampaikan Rustam, Kadis Kesehatan dan Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, setelah membuka Workshop Penyusunan Road Map Penanggulangan TB – HIV di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (15/12).

Wokshop itu sendiri dihadiri Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Kepri Ahmad Syahroni, S.Pd, Koordinator PKBI Kota Tanjungpinang Pandapotan Sagala, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tanjungpinang, utusan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, BPJS, para LSM Peduli TB dan HIV, Koninklijke Nederlandse Centra Vereniging (KNCV) serta komunitas peduli HIV dan TB.

Baca Juga :  Anggaran Gerak Jalan di APBD-P

Strategi baru yang akan dilakukan Dinkes untuk memperkuat upaya penanggulangan TB adalah yakni, memperkuat upaya pengendalian resiko TBC di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. ”Harus melaksanakan penemuan dan penanganan kasus secara lebih aktif,” kata Rustam, kemarin.

Upaya lainnya, sambung dia melaksanakan pemberian obat pencegahan TB secara berkelanjutan. Untuk menekan TBC di Tanjungpinang, pemerintah akan melakukan pengendalian faktor resiko TB dengan sejumlah cara. Mulai, mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kemudian, mendorong masyarakat agar dapat melaksanakan etika baik yang benar, bekerjasama dengan sektor terkait untuk mengupayakan perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman warga yang lebih sehat lagi. Memperkuat ketahanan tubuh melalui pendidikan gizi seimbang bagi keluarga.

Baca Juga :  Pelabuhan Mocco Menyedihkan

”Kemudian melakukan penanganan penyakit penyerta yang erat kaitannya dengan TBC. Melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di fasilitas kesehatan dan non fasilitas kesehatan dengan berbagai cara,” tegasnya.

Kata dia, penemuan dan penanganan kasus TBC secara aktif dilakukan dengan cara, melakukan investigasi dan pemeriksaan kasus yang kontak dengan pasien TBC. Pemerintah juga harus melakukan skrining massal dengan kelompok rentan seperti pengidap HIV, penderita diabetes dan lainnya.

Masyarakat juga harus melakukan skrining situasi khusus seperti di lingkungan warga binaan pemasyarakatan dan sebagainya. Sedangkan strategi lainnya yang dilakukan pemerintah yakni pemberian obat pencegahan TBC terus dilakukan. Rustam juga mengajak segenap masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan TBC.

Baca Juga :  Desember, Tunjangan ASN Cair

Warga juga tetap harus berperilaku hidup bersih dan sehat, mengajak penderita TB untuk minum obat secara teratur sampai tuntas. Orang-orang yang memiliki gejala TBC segara ke puskesmas.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here