Tahun Depan, PPTMA Digelar di Johor

0
581
JOGET DANGKUNG : Penari dan pengunjung berjoget dangkung di malam hiburan PPTMA, Selasa (22/11). f-FATIH/tanjungpinang pos

Salah satu butir kesepakatan para tokoh melayu

Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) akan digelar bergantian di negara serumpun. Salah satu butir kesepakatan yang digelar dalam Perbincangan Tamadun Melayu adalah merencanakan pagelaran PPTMA di Johor, Malaysia tahun 2018.

LINGGA – Selain merencanakan kegiatan PPTMA di Johor, ada sekitar 20 kesepakatan lainnya yang diperoleh saat perbincangan tersebut, diantaranya wacana pembentukan Sekretariat PPTMA di Kabupaten Lingga. Kemudian, bersama-sama bertekad untuk melestarikan budaya Melayu hingga memuliakan Tamadun Melayu.

”Ada dua puluh lebih kesepakatan dari hasil perbincangan kita. Salah satunya rencana penyelenggaraan PPTMA di Johor, Malaysia pada tahun 2018,” ujar Said Barakbah, salah satu panitia agenda Perbincangan Tamadun Melayu, Rabu (22/11).

Dikatakannya, pada intinya perbincangan Melayu dalam PPTMA adalah bagaimana memelihara peradaban Melayu agar tidak hilang tergerus zaman. Dengan persatuan antarnegara serumpun Melayu maka kejayaan masyarakat Melayu akan dapat diraih kembali.

”Kita sepakat kalau PPTMA digelar setiap tahun di setiap daedah serumpun Melayu. Tidak terbatas hanya Indonesia, bisa juga di luar negeri daerah serumpun Melayu. Untuk sekretariat bersama PPTMA akan dipusatkan di Kabupaten Lingga yang merupakan Bunda Tanah Melayu,” ujarnya.

Perbincangan PMTMA yang dilaksanakan Pemkab Lingga itu menghadirkan empat pembentang pemakalah, yakni Datok Prof Abdul Latif Abu Bakar, Datok Drs Abdul Kadir Ibrahim, Prof Susanto Zuhdi FIB UI dan Datok Rida K Liamsi.

Selain itu juga hadir pelaku budaya dari berbagai negara serumpun, yakni dari Malaysia, dari Brunai dan Singapura. Hadir juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak. Ketua LAM Lingga M Ishak, sejumlah pemerhati budaya di Kepri dan Lingga. ”Narasumber perbincangan yakni H Abdul Malik M.Pd, Drs H Abdul Kadir Ibrahim, Profesor Muhammad Takari bin Jilin Syahrial, Latifah Ratnawati, Dr Didik Pradjoko dan Dr Mukhlis Paeni. Mereka adalah pakar budaya yang sudah tidak diragukan lagi,” terangnya.

Sementara itu, di lain kesempatan, Bupati Lingga H Alias Wello berkeinginan kegiatan PPTMA ke depannya tidak hanya menjadi sebuah kegiatan yang selesai setelah acara berlangsung. Ia ingin PPTMA menjadi sebuah lembaga yang memiliki kesekretariatan. ”Dengan menjadi sebuah lembaga PPTMA akan mudah untuk mengakomodir semua kebutuhan yang ingin dilakukan terkait pelestarian dan pengenbangan budaya Melayu,” kata Alias.

Untuk pembiayaan, bisa dibicarakan bersama daerah serumpun yang menjadi anggota PPTMA. Dengan lembaga tersebut maka jalinan silaturahmi antarnegeri serumpun Melayu dapat terjalin dengan baik.

”Kerja sama yang dilakukan tidak hanya sebatas budaya, bisa dikembangkan pada sektor lainnya,” imbuhnya usai kunjungan Wapres di Lingga.(TENGKU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here