Tahun Ini, Banyak SD di Bintan yang Digabung

0
721
KADISDIK Bintan Tamsir SSi MSi dan Bupati H Apri Sujadi bersama siswa dan guru di halaman tiga SD di Bintan Timur, belum lama ini.f-dok/tanjungpinang pos

BINTAN – Pemkab Bintan melalui Dinas Pendidikan akan menggabungkan beberapa Sekolah Dasar (SD), dan memisahkan antara SD dan SMP satu atap, pada tahun ajaran ini. Tujuannya untuk memajukan kualitas dan manajemen sekolah.

Kepala Disdik Bintan Tamsir SSi MSi menjelaskan, beberapa SD di Bintan akan digabung (merger) menjadi satu. Seperti SDN 01 Bintim, SDN 03 Bintim, dan SDN 04 Bintim. Tiga SD tersebut akan menjadi SDN 03 Bintim. Kemudian, SDN 02 Bintim, SDN 05 Bintim digabung menjadi SDN 02 Bintim. Selanjutnya SDN 01 Bintan Utara dan SDN 02 Bintan Utara, menjadi SDN 01 Bintan Utara. SDN 05 Bintan Utara dan SDN 07 Bintan Utara, menjadi SDN 05 Bintan utara.

Baca Juga :  Rumah Diklaim Jadi Hutan Lindung, Ribuan Warga Resah

Penggabungan (regrouping) beberapa SD ini dilakukan karena gedung sekolah berada dalam lahan yang sama. Satu gedung dalam satu lahan sekolah, sebelumnya ada 2 sampai 3 sekolah. Kondisi seperti ini secara physologi tentunya akan berdampak terhadap proses belajar mengajar serta kemajuan dan perkembangan sekolah itu sendiri.

”Karena satu gedung, satu lahan, tetapi ada 2 sampai 3 manajemen yg berbeda, anak2/siswa dan guru dalam satu kesatuan tetapi visi, misi, dan warna bajunya berbeda. Makanya ada beberapa SD yang digabung, pada tahun ini,” kata Tamsir, Rabu (6/6) kemarin.

Baca Juga :  Lintas Timur Sudah Bisa Dilalui Pengendara

Selain itu, tambahnya, penggabungan sekolah ini bertujuan, agar lebih efektif dari segi pengelolaan sekolah. Baik SDM guru dan tenaga kependidikan, maupun dari segi biaya operasional sekolah. ”Sehingga ke depannya, untuk pengembangan sekolah akan lehih fokus dan lebih mudah, dalam upaya pengembangannya,” jelasnya.

Selain SD, lanjut Tamsir, ada 2 SD dan SMP satu atap, yang akan di pisahkan. Kondisinya, SD dan SMP berada dalam satu gedung dan halaman yang sama. Sekolah satu atap ini berada di wilayah terpencil, terisolir, dan tersebar (3T), dan kecenderungan jumlah siswanya stagnan dan turun. Antara lain SMP 26 satu atap berubah namanya menjadi SMPN 26 Bintan, dan SMP 27 satu atap berubah namanya menjadi SMPN 27 Bintan.

Baca Juga :  Disuruh Jadi Pengusaha, Malah Memilih Atlet Biliar

”Pemisahan SD SMP satu atap ini maksudnya, yaitu pemisahan manajeman, yang sebelumnya memilki 1 kepsek. Mulai tahun ajaran baru 2018-2019, akan kita tunjuk kepala SD sendiri dan kepala SMP juga sendiri,” jelas Tamsir. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here