Tahun Ini, DED Jembatan Layang Dibuat

0
1004

TANJUNGPINANG – Kepala Biro Layanan dan Pengadaan Pemprov Kepri, Misbardi mengatakan hingga memasuki Triwulan III ini, sudah selesai dilelang proyek fisik maupun non fisik sebanyak 180 paket dengan nilai anggaran sekitar Rp 200 miliar. Sedangkan untuk rencana pembangunan jembatan fly over atau jalan layang posisinya persis di jembatan arah simpang masuk menuju Jembatan I Dompak.

Untuk fly over, tahun ini adalah tahap pembuatan DED. Jika anggaran mencukupi, tahun depan akan dimulai pembangunanya. Menurut dia, masih proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). ”180 paket proyek fisik maupun non fisik ini sudah ada yang selesai lelang. Semacam proyek fisik sudah dikerjakan, misalnya di Lingga, Natuna berjalan. Bahkan pembangunannya sudah mencapai lebih kurang 30-an persen,” terang Misbardi.

Baca Juga :  Komisi I Apresiasi buat Pengamanan Pemilu

Paket 180 proyek fisik maupun non fisik ini, lanjut dia, sudah dilelang sejak Juni hingga awal Juli ini. Kemudian dilanjutkan, proses lelangnya. ”Tidak hanya fly over yang masih dalam proses lelang, seperti bundaran, juga gapura. Yang sudah selesai lelang Jembatan I Dompak,” jelasnya.

Sekilas ia menggambarkan, rencana pembangunan fly over simpang Mal Ramayana akan dilakukan sekitar Jalan Wiratno. Secara teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri akan merancang Detail Engineering Design (DED) fly over di kawasan tersebut dan sedang dikerjakan. ”Rencananya fly over (jalan layang, red) akan kita bangun di persimpangan tiga, tepatnya di depan Ramayana Tanjungpinang,” tukasnya

Baca Juga :  5.000 Kapal Wisata Masuk Kepri

Menurut dia, untuk pembuatan DED tersebut sudah selesai proses lelang dan segera dilakukan penandatangan kontrak. Nilai kontraknya sekitar Rp 900 juta. Pada proses pembangunan memang harus melakukan pembebasan terhadap delapan unit ruko yang ada di depan Ramayana Tanjungpinang tersebut. Karena, dikhawatirkan persimpangan tersebut menjadi pusat kemacetan. Sisi lainnya, dikhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginakan. Karena rawan kecelakaan. Pasalnya jalannya terhalang oleh ruko-ruko yang ada di samping jalan utama menuju Jembatan I Dompak.

Apabila proses pembesan lahan sudah selesai pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan. Atas dasar itu, pihaknya juga mengharapkan kerja sama pemilik ruko yang berada di depan Ramayana, Tanjungpinang. Apabila pada tahun 2017 selesai prosesnya, tahun berikutnya bisa dilakukan pembangunan. Rencana tersebut tentunya dipengaruhi kekuatan keuangan daerah. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here