Taipan Cina Bawa Investasi Rp 54 M

0
846
Investor Cina saat ke Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengurus perizinan dan akan berinvestasi di Batam, Kamis (8/2) sore. F-istimewa/humas bp batam

PT Xin Poly Butuh Industry 100 Karyawan

Investor asing dari Cina, kini bertambah di Batam. Beberapa hari lalu, PT Royal Newport Plastic dari Cina sudah masuk Batam. Kini PT Xin Poly Industry masuk dengan nilai investasi, 4 juta dolar AS atau sekitar Rp 54 miliar.

BATAM – Perusahaan ini masuk Batam menggunakan layanan Izin Investasi 3 Jam (I23J) yang ditawarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Komisaris PT Xin Poly Industry, Shirley mengatakan, perusahaan ini bergerak di bidang daur ulang barang bukan non logam.

Dengan perkiraan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 100 tenaga kerja Indonesia dan 10 Tenaga Kerja Asing (TKA). Perusahaan ini beralamat di kawasan industri di Kabil, tepatnya di Wiraraja Industrial Park.

”Orang-orang di sini sangat baik dan bagus. Yang paling penting kami berharap bisa dapat terus mendukung dan bekerjasama dengan kami,” kata Shirley, Kamis (9/2) sore.

Diakuinya, pihaknya sangat senang bisa berinvestasi di Batam. ”Di sini masyarakat ramah dan baik. Itu pula yang membuat pihaknya memutuskan berinvestasi di Batam,” bebernya.

Ketua Kadin Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana mengatakan, sesuai janjinya mereka akan membawa puluhan investor ke Batam. Setidaknya ada 70 calon investor yang siap berinvestasi di Batam dalam waktu dekat. Saat ini dua investor sudah masuk, menyusul dengan puluhan investor lainnya.

”Harapan kami dalam satu atau dua hari ini ada lagi investor yang masuk. Ada perusahaan dari Jepang. Syukur Alhamdulillah, Batam masih menjadi tujuan investasi,” ujar Ma’ruf.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan, setelah dua investor masuk pada pekan pertama Februari ini, akan ada banyak investor lainnya yang akan masuk.

Dengan masuknya PT Xin Poly Industry ini, total ada lima investor yang sudah masuk berinvestasi di Batam sejak Januari lalu. Empat di antaranya masuk menggunakan layanan I23J.

”Berkaitan dengan bidang usaha itu, masih ada aturan yang mesti ditindaklanjuti. Itu terkait bahan baku. Sesuai dengan Permendag mesti ada persetujuan impor dari Kemendag, rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian,” kata Ady.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here