Tak Ada Celah, Menghindar Tiada Guna

0
539
DIAMANKAN: Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI S. Irawan meninjau muatan KM.Putra Punggur yang diamankan di perairan Batam, Minggu (12/2). f-istimewa/humas lantamal iv tanjungpinang

Danlantamal keluarkan peringatan kepada para penyelundup

Meski mendapat ancaman dari pihak pihak mempunyai kepentingan dalam penyelundupan, Lantamal IV khususnya tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV tidak gentar dalam memberantas para penyelundup.

Tanjungpinang – Tim WFQR dari unsur KAL Anakonda II-4-61, berhasil mengamankan KM.Putra Punggur yang menjadi target operasi tim WFQR Lantamal IV karena diduga menyelundupkan barang ilegal dari luar negeri di perairan Batam, Minggu (12/2).

Kapal Motor (KM) Putra Punggur jenis kapal kargo kayu GT 33 yang sudah menjadi target operasi dari tim WFQR Lantamal IV ini dinakhodai berinisial M dengan enam orang Anak Buah Kapal (ABK).

Saat diamankan tim WFQR Lantamal IV, kapal ini berlayar dari Pelabuhan Punggur Batam dengan tujuan Tanjung Batu Karimun yang bermuatan alat-alat bangunan dan bahan rumah tangga tanpa dilengkapi dokumen sah yang dimiliki pemilik berinisial Y.

Modus yang digunakan dalam penyelundupan barang-barang ilegal yang berasal dari Singapura dan Malaysia itu dimasukkan ke wilayah Indonesia menggunakan kontainer yang dibawa oleh kapal-kapal besar secara ilegal.

Usai masuk ke Indonesia, barang-barang tersebut dikumpulkan di suatu tempat di Batam selanjutnya diangkut ke berbagai wilayah tujuan dengan menggunakan kapal-kapal dengan tonase yang lebih kecil.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengakui, keberhasilan dan sepak terjang tim WFQR Lantamal IV dalam upaya memberantas tindak kriminal dan penyelundupan telah diakui oleh dunia internasional.

Namun seiring dengan banyaknya pelaku kejahatan yang berhasil diringkus oleh tim WFQR Lantamal IV dan adanya pihak tertentu yang merasa kepentingannya terganggu sehingga mereka menebar teror dan ancaman terhadap petugas.

Hal tersebut tidak akan pernah menyurutkan langkah tim WFQR untuk terus bekerja memberantas tindak kejahatan di perairan Kepri.

Karena hal itu semata-mata sebagai wujud loyalitas dan tuntutan tugas yang harus ditegakkan sekaligus risiko dari upaya penegakan hukum.

Tetapi Danlantamal berprinsip bahwa ia diperintah oleh negara. Dirinya hanya menjalankan perintah dari negara dalam hal ini Presiden, panglima TNI, KASAL, Pangarmabar untuk menstabilkan ekonomi dan tidak akan takut dengan ancaman apapun.

”Saya tidak gentar sedikit pun, karena kita state aktor. Kita diperintahkan oleh negara dan kita melakukan sesuai prosedur hukum. Kalau tidak sesuai prosedur hukum baru kita takut,” katanya.

Menurutnya, KM Putra Punggur jenis kapal kargo kayu GT 33 menjadi salah satu target operasi dari tim WFQR Lantamal IV dinakhodai oleh berinisial M dengan 6 orang ABK, menurut keterangan nakhoda pemilik kapal adalah berinisial Y.

”Dari hasil pemeriksaan sementara, pelanggaran yang dilakukan diantaranya kapal berlayar tidak dilengkapi dengan Surat Pemberitahuan Berlayar (SPB), tidak ada Sijil dan tidak memiliki dokumen tentang manifes muatan kapal,” ungkapnya.

Para pelaku sengaja melakukan aksinya pada saat hari libur guna memanfaatkan kelengahan. Saat dilakukan penyergapan terhadap target, kondisi cuaca cukup buruk dimana gelombang laut cukup tinggi dengan arus yang sangat kuat disertai hujan lebat dan tiupan angin yang cukup kencang.

Penangkapan KM. Putra Punggur hanya berselang dua hari dari proses penangkapan kapal KM.Salwa Ivana-1 oleh Unit-1 Jatanrasla WFQR Lantamal IV.

Dengan masih adanya aksi penyelundupan itu, tim WFQR Lantamal IV telah memetakan titik-titik kerawanan sehingga tim dapat bergerak di saat yang tepat.

Laksma TNI S.Irawan mengimbau kepada para pelaku penyelundupan agar berhenti melakukan kegiatan ilegal yang nyata-nyata merugikan negara seperti ini.
Percuma saja mencari celah untuk menghindari pantauan petugas.

”Para pelaku pasti tertangkap. Karena kita semua aparat keamanan di laut terus bekerja sama untuk memberantas kegiatan ilegal ini,” tegasnya.

Saat ini kapal beserta seluruh ABK dan muatan di bawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV diamankan di dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Kasus penyelundupan di Kepri tak kunjung habisnya meski Lantamal IV gencar menangkap para penyelundup.

Masih banyak para pelaku penyelundup beraksi dengan memanfaatkan cuaca buruk buruk dimana gelombang laut cukup tinggi dengan arus yang sangat kuat disertai hujan lebat dan tiupan angin yang cukup kencang.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here