Tak Ada Jalan ke Pelabuhan Moco

0
164
Warga dan kendaraan masuk di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Moco Dompak Tanjungpinang. f-istimewa
Pelabuhan Tanjungmoco di Dompak terus dibenahi. Tahun 2018 lalu, panjang dermaganya ditambah 50 meter lagi. Tujuannya agar kapal curah berbobot besar tidak kandas saat air laut surut.

TANJUNGPINANG – Pelabuhan yang berada di kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Dompak, dibangun menggunakan dana APBN tahun 2010 hingga 2018. Dana yang sudah digunakan Rp117 miliar lebih dengan lima tahapan pembangunan. Hingga kemarin belum juga dioperasikan.

Meskipun pelabuhan bongkar muat kontainer rampung, sayang pemerintah setempat, baik Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang belum membuka akses jalan menuju pelabuhan tersebut. Pelabuhan bongkar muat jadi impian masyarakat agar bisa jadi pelabuhan ekspor-impor karena belum ada di Tanjungpinang.

Tak ada hanya akses jalan belum dibangun, pergudangan di dalam pelabuhan juga belum dibangun. Sarana prasana lainnya seperti listrik dan air bersih juga belum tersedia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, prihatin mestinya kawasan FTZ di Dompak dan Tanjungpinang berkembang. FTZ adalah produk unggul yang mestinya bisa untuk meningkatkan investasi di daerah tersebut. Ia juga mendesak agar pemerintah daerah membangun jalan menuju pelabuhan tersebut. Karena, jalan menuju pelabuhan tersebut belum ada. Jalan sekarang adalah jalan darurat yang dibuat oleh eks perusahaan tambang dulu.

”Lahan harus dibebaskan. Belum ada jalan ke Pelabuhan Moco,” kata Bobby Jayanto, baru-baru ini. Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang ini, melihat pemerintah pusat terus membenani pelabuhan Tanjungmoco tersebut. Tapi, tidak dibarengi pembangunan infrastruktur jalan menuju pelabuhan.

”Hanya yang hobi mancing yang tahu jalan menuju pelabuhan tersebut. Saya rasa banyak pejabat yang tidak tahu dimana pelabuhan Tanjungmoco tersebut, karena akses jalannya memang tidak ada dibangun,” kata Bobby.

Bobby Optimis, bila pelabuhan kontainer tersebut difungsikan, akan memancing investor lainnya untuk menanamkan modalnya di kawasan FTZ Dompak tersebut. Ia juga mengharapkan agar pelabuhan tersebut di operasikan.

Paling tidak pemerintah daerah membuat jalan dulu menuju pelabuhan tersebut. Jadi, kapal-kapal kargo yang membawa barang cukup besar, bisa dialihkan untuk bongkar muat di pelabuhan tersebut. ”Pelabuhan di Batuenam Tanjungpinang sudah padat, kapal yang mau melakukan bongkar muat harus antre. Tak salahnya Pelabuhan Moco difungsikan,” ujarnya.

Ia juga khawatir, bila pelabuhan sudah dibangun dengan ratusan miliar, tapi infrastruktur lainnya tidak dibangun, seperti jalan, sia-sia juga. Barang yang sudah dibongkar juga tertahan di pelabuhan, tidak bisa keluar dari pelabuhan karena tidak ada jalan. ”Pemko dan Pemprov harus komitmen bersama untuk bangun akses jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan, ia pernah rapat dengan pemerintah pusat membahas soal pengaspalan jalan menuju pelabuhan Tanjungmoco. Bahkan saat itu, pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp6 miliar, untuk pengaspalan jalan. Tapi, pengaspalan jalan saat itu tidak bisa dilakukan, karena lahan belum dibebaskan. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here