Tak Ada Jalur Khusus Penumpang Disabilitas

0
302
Inilah kondisi parkiran di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang, becek.f-andri/tanjungpinang pos

Parkir SBP Masih Semrawut

Setelah kenaikan pas penumpang, Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sebagai pintu masuk wisatawan kembali menjadi sorotan masyarakat.

TANJUNGPINANG – Tokoh masyarakat Tanjungpinang Bobby Jayanto menyoroti sistem parkir yang semrawut, lokasi parkir yang sudah ditimbun tanah dan bebatuan di dalam pelabuhan membuat pengendara sangat sulit mencari parkir.

Belum lagi masih minimnya fasilitas lainnya yang disediakan. Sambung Bobby saat ia menghadiri hearing atau dengar pendapat di DPRD Kota Tanjungpinang bersama PT Pelindo sebagai pengelola Pelabuhan Sribintan Pura, hearing membahas soal Pelindo meminta pas pelabuhan naik waktu dengan janji untuk meningkatkan pelayanan. Untuk memperbaiki sistem parkir di dalam pelabuhan.

Pelindo juga berjanji menyediakan jalur khusus bagi penumpang penyandang cacat atau disabilitas. Tapi, kata Bobby mana buktinya karena hingga kemarin belum satupun terwujud. Parahnya lagi, hak pejalan kaki belum diberikan. Tidak ada jalur khusus pejalan kaki yang membawa koper.

Baca Juga :  Pemko Terima Tiga Gedung dari Bandara RHF

Pelindo menaikkan pas masuk di SBP Domestik dari Rp5 ribu naik jadi Rp10 ribu pada Juli lalu, termasuk terminal internasional, untuk WNI dari Rp35 ribu kini menjadi Rp40 ribu dan WNA dari Rp55 menjadi Rp60 ribu per orang, tak lain untuk meningkatkan pelayanan.

Tapi belum terbukti peningkatan pelayanan. Di area pelabuhan sendiri masih banyak jalan berlubang, membuat pengantar dan penjemput penumpang harus hati-hati.

”Sudah bertahun-tahun Pelabuhan Sribintan Pura semrawut,” kata Bobby Jayanto, kemarin.

Bobby juga heran, kenapa pemerintah daerah diam saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di dalam pelabuhan tersebut. Dimata para turis, kondisi pelabuhan tersebut menjadi pembicaraan bagi mereka.

”Turis yang datang ke Tanjungpinang pun kaget dan heran melihat semrawutnya pelabuhan yang di kelola Pelindo. Sedih banget melihatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Sebauk Roboh

Sambung dia, janji Pelindo untuk memperbaiki dan menambah sarana di dalam pelabuhan, saat mengajukan kenaikan pas pelabuhan belum terwujud.

”Pelindo minta pas naik, sudah naik dan warga tidak protes, tapi janjinya membenahi parkiran belum ada. Kalau begini wargalah yang dirugikan,” ujarnya.

Ia khawatir saat arus mudik nanti, banyak warga yang akan pulang kampung, membawa kompor dan barang-barang. Mereka masuk ke dalam pelabuhan dengan kondisi parkir yang becek saat turun hujan, tidak ada banyak batu-batuan, kasihan masyarakat kita.

”Kita minta Pemko dan Pemprov, memanggil Pelindo supaya mempercepat pembangunan parkir. Jangan biarkan begitu saja yang merusak wajah ibu kota provinsi,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang ini juga mempertanyakan, kenaman aliran dana yang dibayar penumpang setiap hari. Ia yakin, biaya saat pas dinaikan untuk mengaspal jalan di dalam pelabuhan sudah cukup.

Baca Juga :  Polisi Masih Buru Pencuri Berhasil Kabur

”Kemana digunakan pas pelabuhan yang dibayar calon penumpang. Jangan jangan Pelindo tak punya uang untuk melanjutkan pembangunan parkir tersebut,” kata Bobby Jayanto.

Sebelumnya, Humas PT Pelindo Tanjungpinang, Ogy Silalahi mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembenahan lahan parkir. Saat ini, sedang dalam proses pengerjaan lahan parkir. Rencananya, lahan parkir akan dipasang paving block. Agar terlihat rapi dan bagus.

”Target kita bulan Desember 2019 sudah selesai. Cuman, kita segera secepatnya selesaikan tahap pengerjaan parkir tersebut,” ucap Ogy. (ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here