Tak Ada THR, Gaji di Bawah UMK

0
370
Marzul Hendri

MBS saya adalah satgas kebersihan kota tanjung pinang. kenapa kami tiap tahun tak pernah dapat THR. Padahal gajih kami hanya Rp1300.000 klo lebaran kebutuhan 2x lipaut, masa orang lebaran, kami hanya meliat. bagimana pemimpin-pemipin kota ini, tolong di perjuangkan hidup kami.
+6282386775269

Kami Dapat THR Tak, Pak?
BPK DISNAKER YG TERHORMAT,KAMI KARYAWAN YG BKERJA DI TMPT USAHA RUMAH MAKAN.YG MASING2 UDH BEKERJA 2~3THN.APAKAH KAMI BERHAK MENDPATKAN THR?,,,trimaksh
+6282288182187

Tanggapan:
Lebaran tinggal dua pekan lagi. Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang sudah meminta pemilik perusahaan swasta untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan karyawannya. Apabila tidak membayar THR keagamaan kepada karyawannya, maka pemilik perusahaan swasta tersebut akan dikenakan denda dan sanksi adminitrasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja/ buruh di perusahaan.

Untuk mengindari denda serta sanksi administrasi, kami menyarankan pemilik perusahaan swasta untuk membayar THR kepada pekerja atau buruh tujuh hari sebelum hari raya. Ketentuan ini sudah disampaikan di Surat Edaran (SE) Nomor 560/146/5.11.03/2018 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja/ buruh di perusahaan Kota Tanjungpinang tahun 2018.

SE ini sudah kita bagikan ke pemilik perusahaan swasta di Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan SE tersebut, THR keagamaan wajib diterima oleh pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Kemudian, juga berlaku untuk pekerja/ buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Besaran THR keagamaan yang akan diberikan pihak perusahaan tergantung dari masa kerja pekerja/ buruh tersebut. Apabila pekerja/ buruh telah memiliki masa kerja selama 12 bulan secara terus menerus, bahkan lebih, maka pekerja/ buruh berhak menerima uang THR keagamaan sebesar dari satu bulan gaji.

Sedangkan pekerja/ buruh mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, pihak perusahaan swasta harus memberikan uang THR keagamaan secara propesional sesuai dengan masa kerjanya. Cara menghitungnya, masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan gaji. Saya yakin, perusahaan swasta pasti akan bayar THR ke pekerja/ buruh nya. (dri)

Marzul Hendri
Kadisnaker dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here