Tak Berizin, Reklame Raksasa Disegel

0
602
ILEGAL: Tim dari Pemko Tanjungpinang menyegel papan baliho tak memiliki IMB. f-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

Punya Pemprov Juga Disebut Tak Berizin

Satu tower reklame ukuran besar di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang, disegel oleh tim terpadu dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan Satpol PP Tanjungpinang, Kamis (23/3).

Tanjungpinang – Tim terpadu terpaksa menyegel papan reklame tersebut karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pemiliknya adalah salah satu pengusaha di Pekanbaru. Tiang baliho ini baru berdiri bulan ini.

Dari Pantuan di lokasi, salah satu personel tim terpadu naik ke atas kerangka baliho. Mereka memasang spanduk bertuliskan ”bangunan ini disegel melanggar Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2010 tentang bangunan gedung”.

Di spanduk itu juga tertuliskan ”barang siapa merusak segel ini dapat dikenakan sanksi pidana pasal 406 jo pasah 526 KUHP”.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Hamalis, mengatakan, tidak hanya pengusaha saja membandel dengan mendirikan tower reklame tanpa IMB, Pemprov Kepri juga melanggar.

Pemprov Kepri mendirikan panggung reklame di median jalan menuju Bandara Internasional Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang.

”Untuk reklame di Jalan Bakar Batu itu, jangankan mengajukan IMB, melapor ke BPMPTSP saja tidak,” kata Hamalis.

Mantan Kepala Bappeda ini menceritakan, banyak panggung reklame atas nama Pemprov Kepri di BPMPTSP sudah melayangkan surat dua kali ke Biro Humas sampai hari ini tidak ada tanggapan.

”Pemprov juga sama, saat ini ada dua papan reklamenya tak ada izin,” tegasnya.

Baliho milik Pemprov berdiri di tengah bahu jalan arah Bandara RHF, tidak ada koordinasi apalagi niat mereka untuk mengurus izin ke Pemko.

”Kami sudah ajukan surat teguran dua kali. Kalau yang ketiga kali, sama dengan yang di Jalan Bakar Batu, mau tidak mau akan kami minta Satpol PP bongkar,” beber.

Hamalis menambahkan pihaknya tidak mau bahwa lima tahun yang akan datang, Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang jadi kota papan reklame. Ia minta meskipun plat merah yang memasang baliho tetap harus mengurus IMB.

”Kita tak mau banyak reklama tak beraturan dibangun. Nanti jadi kota reklame pula,” tegasnya, sambil tersenyum.

Penyidik Satpol PP Tanjungpinang Andri Prayuda menambahkan sesuai dengan Perda nomor 7 tahun 2010 tentang kontruksi balio atau reklame dan pembangunan gedung, perusahan mau pun individu harus memiliki IMB sebelum mendirikan bangunan.

Sebelum melakukan penyegelan pihaknya sudah melayangkan surat teguran. Kini, pihaknya memberikan tenggat waktu satu minggu kepada pemilik papan reklame yang berkantor di Pekanbaru untuk segera membongkar. Jika tidak, Satpol PP akan membongkarnya. (Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here