Tak Boleh Over Kapasitas Penumpang

0
74
KSOP saat mendatangi pelabuhan Tanjungpinang yang akan ke Penyengat. f-raymon/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Para penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Penyengat dari Tanjungpinang, kaget didatangi petugas dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinangm Dinas Perhubungan bersama polisi di Pelabuhan Tanjungpinang.

Bukan hanya penumpang yang kaget tapi para operator kapal pompong juga kaget. Mereka mengira ada razia kapal kelayakan. Kedatangan rombongan petinggi KSOP hanya untuk mengimbau kepada penumpang dan mengingatkan penambang pompong penyeberangan Pulau Penyengat agar tidak membawa penumpang melebihi kapasitas.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Tanjungpinang, Imran mengatakan, kita mengingatkan para penambang penyebrang yang membawa penumpang untuk selalu membawa sesuai dengan kafasitas dan menggunakan alat keselamatan life jacket.

”Setiap kapal yang harus dilengkapi dengan life jacket untuk keselamatan baik penumpang dan tekong,” katanya Rabu (13/3).

Lanjutnya, tekong kapal untuk selalu mengingatkan para penumpang memakai life jacket walaupun jarak yang di tempuh itu tidak terlalu jauh, namun demi keselamatan bersama maka harus tetap memakainya.

Kegiatan sosialisasi tersebut akan terus dilaksanakan setiap minggu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

”Kalau tidak muat di gunakan, life jacket bisa di pegang oleh penumpang sehingga apabila terjadi musibah kita sudah mempersiapkan dari awal,” tuturnya.

Abdul penambang pompong menyebutkan, pihaknya meminta radio untuk mengetahui keadaan cuaca selain itu untuk keperluan pemberitahuan pada saat hendak berangkat sehingga pihak pemerintah bisa mengetahui jumlah penumpang yang kita bawa pada saat berangkat.

”Kalau bisa ada radio yang stanbye disini, kita bisa melaporkan pada saat berangkat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Keselamatan Pelayaran Bidang Perhubungan Laut dan Udara Dishub Tanjungpinang Muhammad Habib menjelaskan, akan menyampaikan permintaan alat komunikasi atau radio dari penambang pompong dalam forum rapat Dishub.

”Mengunakan radio sehingga mereka dapat informasi dari syahbandar mengenai keselamatan pelayaran. Seperti pada saat penundaan keberangkatan apabila terjadi cuaca buruk dan dalam waktu jangka panjang kami akan membuat sistem informasi yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Menurutnya, Dishub akan mendata kembali life jaket yang ada setiap pompong penambang, karena life jaket yang dibagikan sebelumnya sudah banyak rusak. Jika mengalami kekurangan, pihaknya akan mengusulkan pengadaan alat keselamatan tersebut untuk dibagikan ke penambang pompong Penyengat.

”Karena penambang pompong Penyengat merupakan salah satu penambang yang angkutanya terbanyak, kita tau wisata Pulau Penyengat sudah menjadi distinasi wisata internasional jadi kita fokuskan ke Penyengat,” pungkasnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here