Tak Jujur, PPNS Ancam Pangkalan Nakal

0
545
SIDAK: Tim PPNS melakukan sidak dan mendata gas elpiji bersubsidi, Kamis kemarin. F-Jendaras/tanjungpinang pos

TANJUNGUBAN – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan mengancam pangkalan gas elpiji 3 kiologram yang nakal. Ancaman tersebut disampaikan saat tim PPNS melakukan sidak di salah satu pangkalan di Tanjunguban, kemarin.

Setia Kurniawan, PPNS DKUPP Bintan mengatakan, ancaman tersebut dikeluarkannya karena pangkalan tidak jujur saat menjual gas elpiji 3 kilogram.

Saat sidak, ia menemukan tulisan gas kosong, namun saat itu juga ada pembeli yang membeli gas elpiji. Sontak pedagang pangkalan langsung ketakutan karena tidak jujur.

”Kondisi gas elpiji bersubsidi di Tanjunguban dan sekitarnya memang langka, ini karena adanya kepanikan warga takut tidak mendapatkan gas. Warga membeli 2 hingga 3 tabung sekaligus. Sementara itu juga ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram untuk pengusaha,” sebutnya, Kamis (23/3).

Setia melanjutkan, ancaman yang ia sampaikan ke pangkalan tersebut tidak main-main, hal ini dilakukan untuk mencegah pengkalan yang nakal saat kondisi gas elpiji langka.

”Untuk agen kami perintahkan, perintahkan, bukan arahan. Dari 6 LO atau setara 3.180 tabung gas yang setiap hari dipasok ke 7 kecamatan di Bintan, kini 6 LO tersebut difokuskan untuk Tanjunguban selama 2 hari ke depan,” sebutnya.

Dijelaskannya, usai sidak, 3 LO harus disalurkan ke Tanjunguban, kemudian besok pagi 3 LO masih di Tanjunguban dan siangnya juga 3 LO harus di Tanjunguban. Keesokan harinya barulah 2 LO di Tanjunguban dan 1 LO disalurkan ke wilayah 6 kecamatan lainnya.

”Fokus dulu di Tanjunguban, untuk pasok gas ini,” ujar Setia Kurniawan. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here