Tak Manjur, Dukun Palsu Masuk Bui

0
691
RONNY (kiri), terdakwa dukun palsu saat digiring ke ruang sidang. Akibat ulahnya yang menipu korban membuat dirinya harus berurusan dengan hukum.f-raymon/tanjungpinang pos

Dijanjikan Bisa Perkasa, Rp 215 Juta Ludes

Tak memenuhi janjinya yang mengaku bisa mengobati penyakit bahkan membuat pasiennya makin perkasa di ranjang, akhirnya seorang dukun palsu dipolisikan pasiennya sendiri. Kini, dukun yang diduga menipu itu berurusan dengan aparat penegak hukum.

TANJUNGPINANG – Zaman sudah canggih dan peralatan medis sangat unggul, namun masih ada juga yang percaya dengan dunia pengobatan melalui perdukunan atau ahli pengobatan tradisional dengan campuran rempah-rempah dan hewan langka.

Seperti yang dialami Saipuddin, korban dukun palsu yang akhirnya merasa tidak ada khasiat berobat kepada Ronny Peter, seorang dukun atau ahli pengobatan tradisional. Akibatnya, korban mengalami kerugian materil hingga Rp 215.000.000.

Kejadian bermula ketika korban Saipuddin datang ke tempat kediaman terdakwa untuk berkonsultasi mengenai kesehatan dan pekerjaan. Ronny menerima kedatangan korban dan mulai menjalankan tipu muslihatnya.

Saat itu Ronny memberikan nasihat dan tindakan berupa ritual meminum 3 botol air putih yang sudah diberi jampi-jampi oleh pelaku.

Ronny menyarankan untuk melakukan pengobatan lanjutan karena menurutnya, apabila pengobatan lanjutan tidak dilaksanakan, maka korban akan mendapat bala bencana seperti banyak orang yang akan menjatuhkannya dan banyak penyakit yang akan dirasakan.

Baca Juga :  Anambas Berpotensi Swasembada Beras

Korban juga ditakut-takuti dengan mengatakan, ada penunggu di kantor yang membuat korban tidak betah dan juga akan mendapat banyak masalah. Karena itulah, dalam pengobatan lanjutannya, pelaku meminta persyaratan agar korban menyediakan tujuh ekor ayam cemani, kain hitam, dan jarum tangan 1 kotak.

Namun dikarenakan korban tidak dapat menemukan ayam cemani sebagaimana yang disyaratkan, maka korbanpun meminta tolong kepada Ronny untuk membelikan seluruh persyaratan yang ditetapkan dan korban menyerahkan uang sebesar Rp 35 juta.

Ketika pengobatan lanjutan pada tanggal 10 Juni 2017 dilakukan korban tidak melihat ada ayam cemani sebagaimana yang dipersyaratkan untuk pengobatan lanjutan.

Setelah proses pengobatan, Ronny mengatakan kepada korban bahwa akan terjadi permasalahan terhadap pembangunan Jembatan Desa Bakong dan meminta kepada korban untuk menyimpan uang pembangunan jembatan sebesar Rp 66 juta untuk disimpan dan didoakan olehnya.

Lalu korbam pada 20 Juni 2017 di pasir bulan Desa Bakong menyerahkan uang pembangunan jembatan Desa Bakong kepada Ronny dengan janji bahwa akan mengembalikan uang tersebut pada tanggal 9 Agustus 2017.

Baca Juga :  Empat Kru Sempat Terseret Arus

Bukan hanya itu saja hal yang merugikan korban. Kejadian ketiga dimana korban kembali mendatangi Ronny yang sebagai dukun dengan tujuan untuk mengobati keperkasaan.

Untuk penyembuhan tersebut, pelaku juga meminta mahar sebesar Rp 15 juta yang akan dipergunakan untuk membeli 5 ekor kambing jantan sebagai syarat pengobatan.

Kejadian keempat pada tanggal 29 Juni 2017, memanggil Saipuddin untuk meminjam uang sejumlah Rp 15.000.000 yang akan digunakan untuk memperbaiki lampu yang rusak dan membayar penyanyi, kemudian Saipuddin menyerahkan uang tersebut tanggal 30 Juni 2017 melalui saksi Firman.

Kejadian kelima dimana adik dari korban mengalami sakit keras serta membawa adiknya tersebut berobat dan oleh terdakwa adiknya tersebut didiagnosa sakit AIDS/HIV dan ada makhluk halus yang mengikutinya.

Jika tidak disingkirkan akan mengakibatkan kematian sang adik. Terdakwa pun memberikan solusi pengobatan dengan mahar Rp 35 juta yang akan digunakan untuk membeli tujuh ekor ayam cemani.

Namun korbanpun menyadari dari seluruh pengobatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut tidak ada khasiat yang nyata dirasakannya maupun adik Saipuddin dan uang yang disimpan sejumlah Rp 66 juta rupiah tidak dapat dikembalikan oleh terdakwa kepada korban.

Baca Juga :  Banyak Konsumsi Garam, Kena Hipertensi

Akibat perbuatan terdakwa Saipuddin mengalami kerugian materil sebesar Rp 215.000.000. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (11/1), Majelis Hakim menghukum Ronny Peter dengan hukuman dua tahun penjara.

Ketua majelis hakim Marolop menyebutkan, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan merugikan orang lain serta dalam persidangan keterangan terdakwa berbelit-belit.

Perbuatan terdakwa Ronny Peter sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP. Menetapkan massa penangkapan dan penahanan dikurangi dengan masa hukuman.

”Menyatkan terdakwa terbukti secara sah dan menyatakan bersalah serta menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun,” katanya, Kamis (11/1).

Terdakwa bersama penasihat hukumnya dan JPU pikir-pikir atas putusan yang dibacakan oleh majelis hakim selama tujuh hari. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang mana menuntut selama tiga tahun penjara.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here