Tak Mudah Bentuk Klub Baru

0
2039
BERKUMPUL: Mantan pengurus dan pemain PSTS masa lalu, berkumpul di Stadion Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang. F-Yendi/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – BANYAK masyarakat Tanjungpinang dan kabupaten/kota lain di Kepri, khususnya pengurus klub sepak bola berharap timnya berlaga di liga profesional.

Ternyata, tidak mudah untuk membentuk satu klub yang masuk di liga nusantara (liga 3 provinsi ) sampai ke jenjang profesional itu.

Seorang insan pesepakbola Tanjungpinang Raja Asnan menjelaskan, membentuk satu klub yang berlaga di level liga nusantara di tingkat Provinsi Kepri (liga 3), harus mengacu kepada Pedoman Dasar PSSI.

Seperti dalam pasal 5, ada ketentuan atau syarat keanggotaan, yang meliputi antara lain mempunyai badan hukum dan pedoman dasar yang tidak bertentangan dengan PSSI.

Untuk klub liga di level provinsi, minimal terdaftar di notaris. Tentunya, itu sudah ada pengurus dan pemain serta lapangan tempat pembinaan klub.

Sedangkan untuk klub profesional yang menembus liga divisi utama (liga 2) dan jenjang di Liga Super Indonesia (liga 1), badan hukum klub sepak bola yang lazim, sudah berbentuk perseroan terbatas atau yayasan.

Untuk membentuk badan hukum itu, klub berkedudukan dan berkantor di kabupaten/kota tempat domisilinya. Tempat kedudukan ini juga dicantumkan dalam pedoman dasar atau anggaran dasar saat menghadap notaris. Sementara domisili kantor dibuktikan dengan surat keterangan domisili oleh kepala desa atau kelurahan setempat.

Klub yang profesional memiliki pelatih dan wasit. Pelatih sepak bola merupakan individu terlatih berlisensi PSSI dan afiliasinya seperti AFC, AFC, dan FIFA. Memiliki atau mendapatkan ijin menggunakan dari pemilik atau pengelola stadion atau lapangan sepak bola yang memenuhi syarat.

”Tidak mudah untuk membentuk satu klub sepak bola baru itu. Berat kalau mau dirikan klub baru itu,” tegasnya, Kamis (9/2) kemarin.

Untuk klub baru, jelas Raja Asnan, juga punya jenjang dan sulit terdaftar di PSSI, untuk mengikuti laga resmi seperti liga nusantara di tingkat provinsi. Beberapa persyaratan harus dilengkapi dan mendaftar di Asprov. Kemudian, Asprov akan melaporkan klub-klub itu ke PSSI pusat.

Dari PSSI pusat, akan ditetapkan klub itu dalam satu SK. Bahkan ada klub yang statusnya masih sebagai calon anggota PSSI.

Meski sudah menjalani satu kali pertandingan di liga nusantara provinsi itu. Seperti klub PS Citra Mas Batam dan PS Kundur, masih status calon anggota. Sedangkan 10 klub lainnya, sudah menjadi anggota tetap PSSI. Itu sudah termasuk PSTS Tanjungpinang.

”Dibandingkan harus membentuk klub baru yang tidak mudah itu, tak salah kalau menjalankan klub yang sudah ada, dan terdaftar di PSSI. Kalau jalankan klub yang sudah ada, tinggal mikirkan pemain dan pelatihnya. Dan untuk uang sakunya,” jelas Raja Asnan.

PSTS Tinggal Berlaga
Sebelumnya, Sekjen Asprov PSSI Kepri Firsandy mengatakan, untuk klub PSTS Tanjungpinang masih terdaftar sebagai anggota PSSI. Untuk menghadapi liga nusantara (liga 3), PSTS tinggal berlaga saja. Namun, saat ini PSTS tidak ada pengurus dan pemainnya.

”Tinggal bentuk pengurus saja, langsung berlaga di tahun 2017 ini. Untuk dokumen badan hukum, itu bisa diurus sambil jalan. Pengurusnya yang dibentuk dulu,” saran Firsandy, belum lama ini.(yusfreyendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here