Tak Pakai Helm, Motor Tak Bisa Hidup

0
303
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun didampingi Sardison meninjau peserta TTG di TCC Mall Tanjungpinang, Rabu (11/7). f-suhardi/tanjungpinang pos

Beragam inovasi teknologi di lomba ttg Tingkat Provinsi Kepri

Berbagai inovasi teknologi yang dirakit menjadi alat tepat guna dipajang di TCC Mal Tanjungpinang. Mereka merupakan utusan terbaik dari 7 kabupaten/kota di Kepri.

TANJUNGPINANG – PARA peserta ini membawa berbagai jenis teknologi yang dikreasikan menjadi alat dan berguna di tengah-tengah masyarakat. Mereka menjadi peserta Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri ke-8 tahun 2018.

Tanjungpinang menjadi tuan rumah tahun ini setelah tahun sebelumnya Kota Batam. Lomba TTG ini diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri di bawah naungan Sardison MTP.

Lomba TTG ini sudah dimulai sejak, Rabu (11/7) yang dibuka Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Acara berlangsung tiga hari hingga, Jumat (13/7).

Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri Sardison mengatakan, ada 30 peserta dari 7 kabupaten/kota di Kepri yang mengirimkan utusannya untuk lomba tingkat provinsi. ”Juara I, Jura II dan Juara III akan menjadi wakil Kepri nanti di TTG Tingkat Nasional di Bali,” jelas Sardison usai pembukaan, kemarin.

Tabila (tak bisa nyala), inilah nama teknologi salah satu peserta dari Politeknik Batam. Arif Muspita dan Faiz Nizar Nawawi merupakan mahasiswa yang merancang teknologi ini.

Merupakan teknologi sederhana yang diletakkan di dalam helm dan sepeda motor. Motor ini tak bisa menyala apabila yang mengendarainya tak mengenakan helm tersebut.

Tanjungpinang Pos diberi kesempatan untuk mencobanya saat itu. Motor baru bisa hidup setelah mengenakan helm tersebut. ”Selama ini kita lihat orang banyak meninggal dan luka karena tak pakai helm. Kalau sudah pakai teknologi ini, secara otomatis harus pakai helm. Kalau tidak, motornya tak hidup,” ujar Arif.

Kadang, kata dia, masyarakat ini merasa sepele dengan keselamatan dan nyawanya sendiri. Saat mau salat ke masjid tak pakai helm, alasannya dekat. Mau belanja tak pakai helm, alasannya dekat.

”Padahal, mau 100 meter, mau 200 meter maut tetap mengintai. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dengan alat ini, kita pastikan, setiap naik motor pasti pakai helm,” bebernya lagi.

Ia berharap, yang memproduksi motor dan helm bisa menggunakan teknologi itu. Sehingga, nyawa masyarakat makin terjaga saat berkendara di jalan raya. ”Ide ini terinspirasi untuk membantu menyelamatkan nyawa orang,” ungkapnya lagi.

Kemudian ada juga mesin pengupas sisik ikan dari Natunayang dibuat Akhmad Bukhari. Alat smart cooker hood yang dibuat Aditya dari Politeknik Batam bersama Agus dan Kemal.

Alat ini bisa mengurangi polusi dan bisa membaca ketebalan asap saat memasak di dapur. Saat ini sedang pengembangan lebih lanjut agar alatnya lebih kecil dan ringan.

Ada alat pemipil cengkih dari Anambas yang dibuat Dani Dahnia. Alat ini juara I lomba TTG tingkat Kabupaten Anambas. Ada juga basa (sabun cair asal jelantah) yang dibuat Navla dari SMP Islam De Green Camp Tanjungpinang.

Ada alat kupas kulit jengkol yang dibuat Luqman dan Bambang asal SMK Kundur Utara. Pompa air tanpa listrik yang dibuat Wildan, Jamaluddin dan Raja Abdul dari Bintan.

Ada apung berbasis teknologi mesin diesel yang dibuat Safriandy asal SMAN 1 Lingga Utara. Ada alat pemotong rumput panel tenaga surya yang dibuat M Dani dari SMKN 1 Batam dan lainnya.

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan di zaman yang semakin modern ini masyarakat perlu paham tentang keberadaan teknologi. Masyarakat juga dapat memanfaatkan ide dan pikiran yang ada untuk menciptakan inovasi yang tepat dan berguna bagi kehidupan.

”Guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin saat membuka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kepri ke-7 Tahun 2018 di TCC Mall, Tanjungpinang, Rabu (11/7).

Nurdin bangga dalam perlombaan ini anak-anak mudalah yang tampil dan menghasilkan karyanya untuk masyarakat. Karena garda terdepan pembangunan di tangan para pemuda.

Penguasaan teknologi yang benar selain berguna bagi kemampuan pribadi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.  Dengan dukungan semua pihak Nurdin yakin pengaruh yang signifikan akan terasa bagi pembangunan dan berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat

”Pemerintah akan terus mendukung dan berupaya mendorong kreativitas tersebut agar dapat digunakan di tengah-tengah masyarakat,” tambah Nurdin.

Kepada para peserta Nurdin mengapresiasi hasil karya dan berpesan untuk tidak cepat puas namun teruslah membumi. ”Kita patut bangga hasil kreasi kita tapi teruslah belajar dan temukan terus inovasi yang berguna bagi khalayak banyak,” tutup Nurdin.

Sardison mengatakan, tujuan diselenggarakan lomba salah satunya untuk meningkatkan kreativitas masyarakat juga untuk percepatan penggunaan teknologi. ”Sebagai wahana untuk menggali inovasi masyarakat juga dapat memberikan alat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari,” kata Sardison.

Lomba TTG sendiri diselenggarakan selama 3 hari pada 11-13 Juli 2018 dengan total hadiah sebesar Rp51 juta dari 78 orang peserta inovasi telah diseleksi dan tinggal 30 orang peserta yang lolos.

Rinciannya, 6 inovasi berasal dari Kota Tanjungpinang, 7 dari Kota Batam, 4 dari Kabupaten Bintan, 5 dari Kabupaten Lingga, 5 Kabupaten dari Karimun, 2 dari Kabupaten Natuna dan 1 dari Kabupaten Anambas.

Nantinya alat yang dihasilkan akan didipajang untuk kemudian dinilai mana yang terbaik sekaligus untuk dapat dilombakan pada tingkat nasional. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Abdurrahman, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perpustakaan Amir Husin, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi beserta tamu undangan lainnya.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here