Tak Peduli Lapangan Tanah, yang Penting Latihan

0
437
LATIHAN: Anak didik SSB Indra Sakti Pulau Penyengat, Tanjungpinang, latihan menendang bola. F-yendi/tanjungpinang pos

Pembinaan SSB Indra Sakti Penyengat

PENYENGAT – Siapa sangka, masyarakat Pulau Penyengat begitu peduli dengan olahraga sepak bola. Jauh dari pusat ibu kota Tanjungpinang, bukan menjadi hal penghalang.

Pulang sekolah, 60-an orang anak-anak di Pulau Penyengat hanya beristirahat sebentar. Ketika jarum jam berdendang tanda pukul 15.30, satu per satu menuju lapangan berukuran sekitar 45×70 meter. Sepatu terpasang, para anak mulai pemanasan sesuai kelompok umurnya.

Usai pemanasan, pelatih memberikan materi, di pinggir lapangan warga pun mulai berdatangan, kaki anak-anak SSB Indra Sakti Pulau Penyengat pun mulai menendang. Begitu lah aktivitas anak-anak di Pulau Penyengat ketika jadwal latihan sepak bola.

Masyarakat di pusat sejarah Kerajaan Melayu ini, juga mengetahui seperti apa perkembangan sepak bola dunia. Bahkan mereka tahu tentang nilai kontrak pemain sepak bola, yang mencapai miliaran rupiah, per minggu. Kalah gaji wali kota sebulan, dibandingkan uang yang diterima pemain sepak bola per minggunya.

Anak-anak di Pulau Penyengat, juga punya impian menjadi pemain sepak bola profesional. Tak peduli lapangan sepak bola di tanah gersang, yang penting latihan.

”Kami berharap pemerintah bisa mengembangkan sepak bola, melalui liga. Ya, lapangan kami pun perlu dibantu, agar baik kondisinya,” kata Iwan Penyengat, satu dari beberapa pelatih SSB Indra Sakti Penyengat, Rabu (1/2) kemarin.

Pada kesempatan lain, Hendrik pelatih SSB Indra Sakti Penyengat menyebutkan, jumlah anak-anak yang rutin latihan sepak bola sekitar 60-an orang. Jumlah itu dibagi kelompok umur, dari tingkat SD, SMP dan SMA.

”Kami ingin turun di Jurnalis Cup 2017. Kami rindu dengan kompetisi,” ujarnya. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here