Tak Pernah Melaut, Tapi Dapat Bantuan

0
537
NELAYAN: Mu'is, nelayan asal Desa Payak Kecamatan Serasan Timur saat akan melaut, kemarin. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Yang Membuat Nelayan Tetap Sengsara

Laut di depan mata. Sepanjang mata memandang, hanya laut biru yang terlihat hingga ujung. Ikan di dalamnya pun berlimpah ruah. Tapi nelayannya tetap sengsara.

NATUNA – IBARAT tikus lapar di lumbung padi. Perumpamaan ini cocok untuk nelayan Natuna. Daerah ini memiliki potensi ikan yang sangat besar sekitar Rp 20 triliun setahun.

Hanya saja, potensi itu terpendam begitu saja. Ikan di laut lepas sulit terjangkau nelayan lokal yang hanya mengandalkan alat tangkap sederhana. Pemerintah seakan tak mampu membantu nelayan agar bisa meningkatkan hasil tangkapannya. Sekalipun ada bantuan untuk nelayan, tetap saja tidak bisa mengeksploitasi hasil lautnya.

Padahal, nelayan selalu bermimpi ingin hidupnya berubah lebih baik. Seperti disampaikan nelayan Desa Payak Kecamatan Serasan Timur, Natuna. Setiap hari, mereka hanya mengandalkan mata pancing untuk mendapatkan uang guna menghidupi keluarga.

Mu’is warga Desa Payak Kecamatan Serasan Timur Mu’is warga Desa Payak Kecamatan Serasan Timur yang kehidupannya sebagai nelayan mengatakan, setiap hari melaut dengan alat tangkap tali pancing terkadang hasilnya kurang memuaskan.

”Kalau untuk hasil dari mancing tak tentu. Kadang dapat banyak kadang dapat sikit. Jika diuangkan sekitar Rp 70 ribu kalau cuaca bagus. Kalau buruk, paling dapat Rp 30 ribu aja,” Kata Mu’is saat akan berangkat melaut, Senin (25/9) di desa itu. Dikatakan Mu’is, apabila cuaca kurang bagus biasanya ia lebih memilih mengurus lahan untuk bercocok tanam di lahan yang tidak terlalu luas.

”Jika cuaca buruk, saya lebih memilih bercocok tanam dan membersihkan kebun cengkih yang tidak terlalu luas. Ada lah sikit-sikit jika panen tiba,” jelasnya.

Bagi warga Desa Payak, selain nelayan, mereka juga kadang ikut kerja sebagai buruh setiap kali ada proyek yang dibangun di desa. Khusus nelayan Jukung selama 15 tahun mereka tidak pernah ada bantuan. Justru bantuan yang datang hanya untuk para nelayan yang sudah bermodal.

Bagi mereka yang di desa disebut nelayan Jukung atau nelayan yang tidak pernah dianggap. Banyak yang mengaku nelayan hanya ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan mengajukan proposal melalui kelompok nelayan.

”Namun tidak pernah melaut. Kita tidak mau dibilang sebagai nelayan jadi-jadian aja. Makanya kita tidak pernah mau kalau disuruh buat proposal, toh mereka yang dapat untung,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penyuluhan yang diadakan Dinas Perikanan dari provinsi dinilai tidak sejalan dengan para nelayan Jukung dan akhirnya lebih memilih mengundurkan diri. Bagi nelayan kecil setiap ada bantuan tak pernah dapat.

”Jika ada bantuan barang hanya orang tertentu saja yang dapat. Permasalahan ini sudah macam itu dari dulu bang. Dan dinilai tak tepat sasaran, dan tidak bermanfaat, turun bantuan tanpa ada identifikasi apa yang jadi kebutuhan dasar nelayan, sifatnya asal dapat bantuna jadi lah,” paparnya.

Nelayan Jukung di Desa Payak sudah dikenal selama bertahun-tahun dan mereka lebih memilih bekerja sesuai keinginan. Mereka juga tidak terlalu berharap bantuan dari pemerintah hanya modal kasihan. Namun intinya nelayan tradisional kayak mereka ini tak pernah dapat perhatian khusus.

”Bagi kami di sana nelayan Jukung, bisa jadi daya tarik wisata juga. Nelayan Jukung ini hanya ada di Serasan dengan ciri khas sendiri. Beda dari daerah lain, baik model sampannya dan cara mancingnya, tidak sama dengan nelayan tempat lain lah,” tutupnya.

Laut Natuna adalah perairan yang terbentang dari Natuna hingga Kepulauan Lingga. Laut ini berbatasan dengan Laut Natuna Utara di utara, barat laut dan timur. Laut Natuna juga berbatasan dengan Selat Karimata di tenggara dan Selat Singapura di arah barat.

Di Laut Natuna, terdapat beberapa gugusan pulau dan kepulauan yaitu, Kepulauan Natuna di Kabupaten Natuna, Kepulauan Natuna Besar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Natuna Selatan di Kabupaten Natuna. Kepulauan Anambas di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Lingga di Kabupaten Lingga, Kepulauan Tambelan di Kabupaten Bintan.

Letaknya yang berdekatan dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam menyebabkan pulau-pulau di laut ini menjadi salah satu dari pulau-pulau terluar di Indonesia.

Adapun pulau terluar Indonesia yang ada di perairan Laut Natuna adalah Pulau Damar, Pulau Kepala, Pulau Mangkai, Pulau Semiun, Pulau Subi Kecil, Pulau Tokong Belayar, Pulau Tokong Malang Biru, Pulau Tokong Nanas, dan Pulau Tokongboro. Perikanan adalah kegiatan ekonomi terpenting di laut Natuna. Para nelayan banyak menggantungkan hidupnya dari laut ini. Hanya saja, kemampuan nelayan untuk menangkap ikan di laut lepas terbatas karena alat tangkapnya sederhana.

Karena letaknya yang berada di perbatasan, potensi perikanan yang melimpah di Natuna sering dicuri oleh kapal-kapal asing ilegal. Dulu, triliunan rupiah hasil ikan Natuna dicuri sebelum gencarnya pemerintah Indonesia menangkap kapal ikan asing di sana.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here